Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Soal Polemik Ibadah Haji, IMM DKI Sesalkan Respons Dubes Arab Saudi

RABU, 09 JUNI 2021 | 13:58 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) DKI Jakarta menyayangkan respons Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Essam Bin Ahmed Abid Althaqafi, yang berkirim surat kepada Ketua DPR RI Puan Maharani ihwal penyelenggaraan ibadah Haji 2021.

Ketua DPD IMM DKI, Ari Aprian Harahap, meminta Essam Bin Ahmed untuk tidak berlebihan dalam merespons pernyataan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily yang memiliki fungsi pengawasan segala kebijakan pemerintah.

"Menurut saya, Duta Besar Arab Saudi tidak perlulah mengirim surat hanya untuk meminta klarifikasi pernyataan anggota parlemen Indonesia. Pernyataan itu menurut saya merupakan bagian dari tugas anggota DPR untuk mengawasi kebijakan pemerintah Indonesia," ujar Ari dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/6).

Ari menilai, seharusnya Essam bin Ahmed cukup datang ke DPR untuk meminta klarifikasi langsung kepada Sufmi Dasco dan Ace Hasan. Sehingga surat yang ditujukan kepada Ketua DPR itu tidak sampai tersebar secara luas seperti saat ini.

Ditambahkan aktivis muda Muhammadiyah ini, pernyataan Sufmi Dasco dan Ace Hasan merupakan hal yang wajar. Karena Pemerintah Kerajaan Arab Saudi pun tidak memberikan kejelasan terkait kuota haji bagi Indonesia.

"Jika ingin bersurat, baiknya Duta Besar Arab Saudi itu menjelaskan jumlah kuota haji untuk Indonesia, bukan malah merespons pernyataan anggota parlemen," tegasnya.

Atas dasar itu, Ari menyebut langkah Pemerintah mengambil kebijakan pembatalan keberangkatan ibadah haji 2021 sudah tepat. Sebab, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sendiri belum juga memberikan kejelasan terkait kuota haji bagi Indonesia.

"Sudah tepat langkah yang diambil pemerintah untuk membatalkan keberangkatan ibadah haji tahun ini, karena bagaimanapun persiapan haji ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar," tutupnya.

Populer

Pendapatan Telkom Rp9 T dari "Telepon Tidur" Patut Dicurigai

Rabu, 24 April 2024 | 02:12

Polemik Jam Buka Toko Kelontong Madura di Bali

Sabtu, 27 April 2024 | 17:17

Pj Gubernur Ingin Sumedang Kembali jadi Paradijs van Java

Selasa, 23 April 2024 | 12:42

Jurus Anies dan Prabowo Mengunci Kelicikan Jokowi

Rabu, 24 April 2024 | 19:46

Tim Hukum PDIP Minta Penetapan Prabowo-Gibran Ditunda

Selasa, 23 April 2024 | 19:52

Pj Gubernur Jabar Minta Pemkab Garut Perbaiki Rumah Rusak Terdampak Gempa

Senin, 29 April 2024 | 01:56

Bocah Open BO Jadi Eksperimen

Sabtu, 27 April 2024 | 14:54

UPDATE

Bentuk Unit Khusus Pidana Ketenagakerjaan, Lemkapi sebut Kapolri Visioner

Kamis, 02 Mei 2024 | 22:05

KPK Sita Bakal Pabrik Sawit Diduga Milik Bupati Labuhanbatu

Kamis, 02 Mei 2024 | 21:24

Rakor POM TNI-Polri

Kamis, 02 Mei 2024 | 20:57

Semarak Hari Kartini, Srikandi BUMN Gelar Edukasi Investasi Properti

Kamis, 02 Mei 2024 | 20:50

KPK Sita Kantor Nasdem Imbas Kasus Bupati Labuhanbatu

Kamis, 02 Mei 2024 | 20:46

Sesuai UU Otsus, OAP adalah Pribumi Pemilik Pulau Papua

Kamis, 02 Mei 2024 | 20:33

Danone Indonesia Raih 3 Penghargaan pada Global CSR dan ESG Summit 2024

Kamis, 02 Mei 2024 | 20:21

Pabrik Narkoba di Bogor Terungkap, Polisi Tetapkan 5 Tersangka

Kamis, 02 Mei 2024 | 20:15

Ahmed Zaki Harap Bisa Bermitra dengan PKB di Pilgub Jakarta

Kamis, 02 Mei 2024 | 19:50

PP Pemuda Muhammadiyah Gelar Tasyakuran Milad Songsong Indonesia Emas

Kamis, 02 Mei 2024 | 19:36

Selengkapnya