Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Hubungan Mesra China-Rusia Bikin Washington Cemas, Cari Trik Untuk Ciptakan Keretakan

RABU, 09 JUNI 2021 | 10:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Semakin eratnya kemitraan antara China dan Rusia telah meningkatkan kecemasan di pihak Washington. Jurnalis senior sekaligus komentator media China Global Times mengungkapkan  tentang politik AS dan urusan Asia dalam opininya.

Para elit di Washington secara naif berpikir bahwa mereka dapat membuat jurang pemisah antara China dan Rusia dengan merangsang kewaspadaan Moskow terhadap Beijing, menurut Yu Ning, tetapi pada akhirnya mereka akan menemukan bahwa mereka menipu diri sendiri.

Michael McFaul, mantan duta besar AS untuk Rusia, mengolok-olok Rusia di Twitter pada Minggu, dengan mengatakan Rusia akan selalu menjadi 'mitra junior' China. "Bagaimana perasaan orang Rusia tentang itu?" sindir McFaul.


Faktanya, hanya dua hari sebelum McFaul menerbitkan postingan tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan hubungan Rusia-China telah mencapai tingkat yang sangat tinggi dan kedua negara memiliki kepentingan bersama yang luas.

Putin menekankan bahwa Rusia bersedia memperdalam kerja sama dengan China dilebih banyak bidang. Melalui tautan video ketika dia menjawab pertanyaan dari Kantor Berita Xinhua dalam pertemuan dengan kepala kantor berita internasional utama, di St. Petersburg.

"Pernyataan McFaul, dengan mengejek Rusia sebagai 'mitra junior' China, jelas-jelas meremehkan status internasional Rusia dan kemampuan negara itu untuk memilih strategi yang sejalan dengan kepentingannya sendiri," tulis Ning.

Di dunia multi-kutub saat ini, Rusia tetap menjadi kekuatan politik dan militer yang penting, dan Moskow tidak akan membiarkan dirinya menjadi 'mitra junior' dari negara lain mana pun.

"Bahkan, dalam memperkuat hubungannya dengan China, Rusia tidak hanya mempertahankan kemerdekaannya, tetapi juga memperoleh pengaruh terbesar dalam menghadapi penindasan AS dan Barat," katanya.

Menurut survei bersama Chicago Council on Global Affairs-Levada Analytical Center pada bulan Maret, mayoritas orang Rusia (56 persen dari yang disurvei) mengatakan kerja sama aktif Moskow dengan Beijing tidak meningkatkan ketergantungan Rusia pada China. Dan 55 persen berpikir hubungan negara mereka dengan China memperkuat status internasional Rusia.

Cui Heng, asisten peneliti dari Center for Russian Studies of East China Normal University, mengatakan kepada media China Global Times bahwa pandangan elit AS seperti McFaul sangat dipengaruhi oleh ideologi hegemonik AS.

"Mentalitas hegemonik AS telah menyebabkan Washington untuk selalu memandang negara lain secara merendahkan, dan tipe baru hubungan kekuatan besar, diwakili oleh hubungan China-Rusia, yang menekankan saling menghormati, kesetaraan, timbal balik, win-win dan non-intervensi dalam urusan internal masing-masing, tidak pernah memasuki visi elit arus utama AS," kata Cui.

Tampaknya rasa saling menghormati tidak ada dalam kosakata diplomasi AS, tetapi merupakan landasan hubungan China-Rusia.

Elit AS tidak mengetahui hubungan China-Rusia. Ketika mereka mengklaim Rusia adalah 'mitra junior' China, mereka menganggap hubungan China-Rusia mengikuti logika bagaimana Washington memperlakukan sekutunya - adil untuk mengatakan bahwa Washington memperlakukan sekutunya lebih buruk daripada 'mitra junior', dan selalu menempatkan kepentingan dirinya sendiri di atas kepentingan sekutunya dan yang disebut mitra.

Hubungan China-Rusia yang semakin erat antara lain didorong oleh tekanan dari AS.

Namun, karena Washington sekarang menjadi lebih sadar akan risiko yang akan ditimbulkannya ke AS, mereka bermaksud memainkan trik untuk menciptakan keretakan antara Beijing dan Moskow. Tetapi kemitraan China-Rusia cukup kuat dan tidak akan mudah terpecah.

Seperti yang dikatakan Danil Bochkov, seorang ahli di Dewan Urusan Internasional Rusia, dalam wawancara sebelumnya dengan Global Times, China dan Rusia memahami bahwa menentang tekanan Washington bersama-sama adalah kepentingan mereka yang tumpang tindih secara alami, yang membuat hubungan itu kokoh dan tidak tersentuh oleh turbulensi politik global.

Hubungan China-Rusia telah mencapai periode terbaiknya. Hubungan bilateral saat ini telah menjadi lebih matang, dengan ekonomi kedua negara yang saling melengkapi dan dukungan strategis yang saling mendukung sebagai senjata ampuh bagi keduanya untuk mengatasi penindasan Barat.

AS yang hegemonik menganggap China dan Rusia sebagai hambatan terbesarnya. Ini tidak akan berubah. Di satu sisi, Washington memainkan trik untuk menarik Rusia agar menjauh dari China, dan di sisi lain, dalam op-ed Washington Post yang menggembar-gemborkan perjalanannya yang akan datang ke Eropa, Presiden AS Joe Biden meminta AS dan Eropa untuk bersatu untuk 'mengatasi Tantangan Rusia terhadap keamanan Eropa'.

Apakah ini cara AS memperlakukan Rusia sebagai 'mitra?'.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya