Berita

Kandidat presiden sayap kanan Peru Keiko Fujimori/Net

Dunia

Lawannya Unggul Tipis Dalam Perolehan Suara Sementara, Kandidat Presiden Peru Keiko Fujimori Tuding Ada Kecurangan

SELASA, 08 JUNI 2021 | 18:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kandidat presiden sayap kanan Peru Keiko Fujimori mengangkat tudingan ‘penyimpangan’ dan ‘tanda-tanda penipuan’ dalam pemilihan putaran kedua yang berlangsung pada Minggu (6/6) ketika saingannya, anggota serikat buruh sayap kiri Pedro Castillo, memimpin tipis dalam perhitungan pemungutan suara.

Fujimori telah memimpin penghitungan awal, tetapi Castillo kemudian menyusul setelah suara dari daerah pedesaan Peru - kubunya - datang dari seluruh negara yang dilanda gejolak politik selama bertahun-tahun itu.

“Ada niat yang jelas untuk memboikot kehendak rakyat,” kata Fujimori, putri mantan presiden Alberto Fujimori yang dipenjara, seperti dikutip dari AFP, Selasa (8/6).


Pada konferensi pers, dia menunjukkan video dan foto yang diduga menunjukkan bukti kecurangan pemilu.

Partai Peru Bebas Castillo meminta otoritas pemilu untuk "melindungi suara" saat surat suara dihitung dan diumumkan.

Pengamat pemilu dari Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) mengatakan "perilaku para kandidat di jam-jam penting ini sangat menentukan untuk menjaga ketenangan".

Dengan 94,8 persen suara yang dihitung, Castillo unggul tipis dari Fujimori dengan 50,2 persen dibandingkan dengan 49,7 persen yang diraihnya, meskipun masih ada waktu yang lama untuk menunggu hasil akhir.

Siapa pun yang memenangkan pertempuran antara kiri dan kanan akan memimpin negara yang dilanda resesi dan tingkat kematian virus corona per kapita tertinggi di dunia dengan lebih dari 186.000 kematian di antara 33 juta penduduknya.

Dua juta orang Peru kehilangan pekerjaan selama pandemi dan hampir sepertiga sekarang hidup dalam kemiskinan, menurut angka resmi.

Para kandidat memiliki rencana pemulihan yang berlawanan arah.

Fujimori, putri mantan presiden Alberto Fujimori yang dihukum korupsi dan dipenjara , mendukung model pemotongan pajak ekonomi neoliberal dan meningkatkan aktivitas swasta untuk menghasilkan pekerjaan.

Sementara Castillo telah berjanji untuk menasionalisasi industri vital, menaikkan pajak dan meningkatkan peraturan negara.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya