Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Penemuan Cadangan Gas Alam Di Laut Hitam Bisa Kurangi Tagihan Impor Tahunan Turki Hingga 6 Miliar Dolar AS

SENIN, 07 JUNI 2021 | 07:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penemuan terbaru cadangan gas alam Turki di Laut Hitam menjadi berkah bagi negara itu. Pasalnya, dengan penemuan tersebut, negara bisa mengurangi tagihan impor gas tahunan sebesar 6 miliar dolar AS dengan produksi 20 miliar meter kubik (bcm) per tahun.

Kepala Asosiasi Perusahaan Distribusi Gas Alam Turki (GAZBIR) Yasar Arslan, mengatakan hal itu kepada Anadolu Agency.

Ia lalu menceritakan penemuan yang sama pada tahun lalu. Ada 10 penemuan gas terbesar di dunia tahun lalu yang mencapai sekitar 3,2 triliun meter kubik. Uni Emirat Arab juga mendapatkan penemuan terbesarnya yang mencapai 2,3 triliun meter kubik, dan Rusia menemukan 220 bcm.


Dia mengatakan penemuan baru di cekungan Laut Hitam memiliki potensi untuk mendukung pengembangan tambahan. Dan dengan penemuan baru tersebut, potensi produksi maksimum di Laut Hitam bisa meningkat hingga 20 bcm per tahun.

"Secara total dengan penemuan Tuna-1 dan Amasra-1, tagihan impor gas alam Turki bisa berkurang 5-6 miliar dolar AS ketika produksi naik ke level dataran tinggi 20 bcm," kata Arslan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali mengumumkan penemuan cadangan gas alam kali ini sebesar 135 miliar meter kubik di Laut Hitam pada Jumat (4/6). Dengan penemuan ini total cadangan gas alam yang ditemukan sejauh ini menjadi 540 miliar meter kubik.

Turki saat ini bergantung pada impor gas untuk memenuhi permintaannya karena produksi dalam negeri memenuhi 1 persen dari kebutuhan gas negara itu.

Impor tersebut berasal dari Rusia, Azerbaijan, dan Iran, serta impor gas alam cair (LNG) dari Qatar, Amerika Serikat, Nigeria, dan Aljazair.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya