Berita

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen/Net

Dunia

Tolak Bantuan Dari China, Taiwan Rangkul Sumbangan Vaksin Dari AS Dan Jepang, Pengamat: Ini Yang Disebut Motif Politik

MINGGU, 06 JUNI 2021 | 00:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah pakar dan warganet China menyayangkan sikap yang ditunjukkan oleh pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen. Tsai dianggap terlalu berlebihan atas sumbangan vaksin Covid-19 yang diberikan AS dan Jepang, mengingat sebelumnya Taiwan menolak tawaran bantuan dari China.

Para ahli kemudian memperingatkan agar Taiwan tidak bertepuk tangan terlalu dini untuk rencana sumbangan AS dan kiriman vaksin dari Jepang, yang menurut mereka masih meragukan.

Para ahli memperingatkan, masih diragukan kapan dan berapa banyak dosis yang akhirnya akan diperoleh Taiwan dari AS. AS, yang diketahui menimbun vaksin untuk dirinya sendiri, belum memberikan satu suntikan pun, sementara mereka telah berjanji untuk menyumbang 80 juta dosis ke seluruh dunia.


Jepang pada Jumat (4/6) memang telah mengirimkan 1,24 juta dosis vaksin virus corona AstraZeneca ke Taiwan secara gratis. Namun untuk AS, belum diketahui kapan akan mengirim bantuan itu.

Gedung Putih pada Kamis baru mengumumkan  bahwa mereka akan menyediakan 25 juta dosis vaksin Covid-19 di luar negeri, di mana 7 juta di antaranya akan dikirim ke negara-negara dan kawasan Asia, termasuk Taiwan dan India.

Tsai menanggapi dengan cepat pada hari Jumat untuk langkah AS dan Jepang itu. Di akun Twitternya dia berterima kasih kepada pemerintah AS yang akan memberikan bantuan dan mengatakan Taiwan telah merasakan kehangatan dari AS.

Tsai juga mentweet dalam bahasa Jepang bahwa dia senang Taiwan dan Jepang dapat saling mendukung dan dengan tulus berterima kasih satu sama lain atas persahabatan yang mendalam.

Apresiasi berlebihan Tsai kepada AS dan Jepang menghadapi kritik dan ejekan dari netizen dan pakar, mengingat penolakan pemerintah Taiwan sebelumnya terhadap tawaran vaksin dari daratan.

Beberapa juga khawatir bahwa Jepang hanya membuang vaksin yang dipertanyakan ke Taiwan, mengingat fakta bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca belum dimasukkan dalam rencana inokulasi di Jepang karena efek samping seperti pembekuan darah yang dilaporkan sebelumnya di Eropa.

“Anda telah menolak vaksin yang diberikan (China) daratan ratusan juta dosis tanpa masalah, tetapi menerima vaksin yang tidak diinginkan orang lain. Sayang sekali!” kata seorang netizen tentang sikap Tsai.

Juru bicara Kantor Urusan Taiwan Dewan Negara, Ma Xiaoguang, ikut menanggapi Reaksi Tsai terhadap donasi vaksin AS dan Jepang.

“China telah menyatakan kesediaan untuk membantu Taiwan dengan vaksin Covid-19 yang disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia. Tetapi Partai Progresif Demokratik (DPP) di Taiwan telah membuat banyak alasan untuk memblokir pengiriman vaksin, yang menyebabkan meningkatnya kasus infeksi dan kematian di pulau itu,” katanya.

“Apakah kelangsungan hidup politik DPP lebih penting daripada kehidupan penduduk Taiwan? Apakah lebih penting untuk menumbuhkan kekebalan kawanan di Taiwan daripada memainkan konfrontasi politik dengan daratan? DPP harus memberikan jawaban kepada penduduk di pulau itu,” kata Ma.

Wang Jianmin, pakar lintas selat senior di Minnan Normal University, mengatakan tanggapan otoritas DPP terhadap penawaran vaksin dari AS, Jepang, dan China, sejalan dengan strategi 'pro-AS', 'pro-Jepang', dan 'anti-China' daratan mereka.

“Bantuan tersebut mungkin memiliki beberapa motif politik,” ujarnya.

“Menawarkan vaksin AstraZeneca, yang tidak digunakan, lebih merupakan penghinaan. Otoritas Taiwan menggunakan bantuan semacam itu sebagai plasebo untuk membius diri mereka sendiri,” ungkapnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Tak Perlu Takut dengan Ide Kewarganegaraan Ganda Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:26

Cara Mengubah Desil DTSEN Secara Online dan Offline, Lengkap dengan Langkahnya

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:15

Tak Cuma Revisi, DPR Sepakat Regulasi Baru Migas

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:14

GBNI Dukung Program Kerakyatan Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:37

B50 Perkuat Kemandirian Energi, Hemat Devisa, dan Dorong Transformasi Ekonomi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:34

Presiden Perintahkan Penanganan Darurat, Wamensos Terjun ke Lokasi Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:28

21 Kantong Parkir Disiapkan Saat Perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:31

MBG Harus Kembali ke Tujuan Awal Bukan Jadi Ladang Bisnis

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:21

Ruas Jalan di Jakarta Direkayasa Saat Perayaan HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:12

Besok! Ongkos Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Cuma Rp8

Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:30

Selengkapnya