Berita

Menteri Kesehatan Thailand, Anutin Charnvirakul, menerima 1,8 juta dosis pertama vaksin Covid-19 AstraZeneca produksi Siam Bioscience,pada Jumat 4 Juni 2021/Net.

Dunia

AstraZeneca Serahkan Pengiriman Pertama 1,8 Juta Dosis Vaksin Produksi Lokal Kepada Kemenkes Thailand

SABTU, 05 JUNI 2021 | 10:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Thailand telah menerima kiriman sebanyak 1,8 juta dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca yang diproduksi secara lokal oleh Siam Bioscience.

Penyerahan vaksin dilakukan secara simbolis oleh pihak AstraZeneca (Thailand) kepada Kementerian Kesehatan Masyarakat yang diwakili Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul dan pejabat senior dalam upacara serah terima pada Jumat (4/6) waktu setempat.

Pengiriman pada Jumat adalah yang pertama dari enam juta dosis yang dijadwalkan untuk pengiriman bulan ini.


Country President AstraZeneca, James Teague, mengatakan pengiriman itu signifikan dan menandai dimulainya pasokan berkelanjutan di Thailand.

Perusahaan akan dapat memasok vaksin sesuai jadwal ke Thailand, dan memulai pengiriman ke anggota Asean lainnya pada bulan Juli.
 
"Vaksin yang diproduksi oleh Siam Bioscience benar-benar sesuai dengan standar kualitas, seperti yang dikonfirmasi oleh uji laboratorium di Amerika Serikat, Inggris dan Thailand," katanya, seperti dikutip dari Bangkok Post, Jumat (4/5).

“Kami yakin produksi berjalan sesuai rencana. Dan kami telah bekerja sama dengan Departemen Pengendalian Penyakit dalam memperbarui jumlah produksi per minggu," tambahnya.

Namun, Teague menolak untuk mengatakan berapa dosis yang akan diberikan Siam Bioscience setiap bulannya.   

Menkes Anutin menyambut baik pengiriman yang katanya sesuai jadwal.

"Vaksin adalah senjata utama dalam memerangi penyakit (Covid-19) ini," katanya.   

“AstraZeneca adalah mitra hebat kami dan membantu kami dengan rencana pengelolaan vaksin. Vaksinasi adalah kunci untuk menghentikan wabah, untuk merehabilitasi ekonomi kita dan mengembalikan kehidupan normal kepada masyarakat," kata dia lagi.

Kemenkes Thailand berencana untuk mendistribusikan 1,8 juta dosis vaksin tersebut ke provinsi di seluruh negeri. Setiap provinsi sebelumnya telah menerima 3.600 dosis vaksin AstraZeneca.

Alokasi lebih lanjut akan dilakukan setelah kementerian menerima lebih banyak vaksin dari perusahaan.

Sekretaris Tetap Kesehatan Kiattiphum Wongrajit mengatakan alokasi vaksin untuk setiap provinsi akan adil dan transparan, tetapi beberapa provinsi mungkin mendapatkan lebih banyak karena situasi Covid di sana, faktor ekonomi, dan pariwisata.

Itu nantinya akan diputuskan setiap minggu, berdasarkan jumlah vaksin yang dikirim ke kementerian.  

"Setiap provinsi akan memiliki pasokan vaksin dan memulai inokulasi massal pada Senin. Tidak ada penundaan atau perubahan apa pun," kata Kiattiphum.

Dia menanggapi laporan bahwa beberapa rumah sakit mungkin menunda vaksinasi karena kekurangan pasokan.

"Di bawah rencana pengelolaan vaksin, kementerian memiliki target untuk menyediakan enam juta dosis vaksin yang disediakan oleh AstraZeneca bulan ini," katanya.

Namun, karena beberapa ketidakpastian awal atas pengiriman, kementerian telah memesan tiga juta dosis tambahan dari Sinovac pada bulan Juni, untuk memastikan dapat memenuhi target vaksinasi.

Setidaknya 1,5 juta dosis Sinovac sudah sesuai rencana bulan ini.

"Diperkirakan tiga juta dosis tambahan dari Sinovac akan tiba bulan ini," kata Kiattiphum.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya