Berita

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno/RMOL

Politik

Akui Sebagai Dewan Pakar Nasdem, Pengamat: Kritikan Connie Soal Alutsista Jadi Bias

JUMAT, 04 JUNI 2021 | 16:37 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kritikan soal pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) yang disebut senilai Rp 1.760 triliun masih menuai perdebatan.

Terlebih belakangan, kritikan yang disampaikan oleh pengamat pertahanan Connie Rahakundini dikait-kaitkan dengan partai pendukung pemerintah, Nasdem.

Connie sendiri telah buka suara terkait posisinya di partai besutan Surya Paloh tersebut.


"Saya memang Dewan Pakar Nasdem, tetapi bukan anggota Nasdem," kata Connie dikutip dari wawancara di KompasTV, Kamis kemarin (3/6).

Merespons hal itu, pengamat politik UIN Syarief Hidayatullah, Adi Prayitno menilai kritikan Connie bisa bias karena bisa dikaitkan dengan partai.

"Kalau atas nama partai, sangat efektif jika kritik disampaikan secara terbuka di Komisi I. Jika atas nama pakar pertahanan bisa bias, karena posisi beliau melekat ke partai tertentu," kata Adi Prayitno kepada wartawan, Jumat (4/6).

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini berpandangan, kritikan kepada pemerintah adalah hal lumrah dalam negara yang menganut sistem demokrasi seperti Indonesia.

Perbedaan pendapat antarpartai dalam koalisi pun lazim. Salah satu contohnya adalah perbedaan pandangan saat pembahasan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dan RUU Pemilihan Umum (Pemilu).

Merujuk soal pegadaan alutsista di Kemenhan, pernyataan Connie sulit dilepaskan dengan identitasnya sebagai bagian dari Nasdem. Hal yang sama juga terlihat pada posisi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Partai Gerindra.

"Bagi Gerindra, Prabowo bukan hanya Menhan, melainkan sebagai simbol harga diri partai," tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya