Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Dua Kasus Covid-19 Varian Delta Teridentifikasi Di Australia, Otoritas Kesehatan Lakukan Pelacakan Kontak

JUMAT, 04 JUNI 2021 | 11:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Otoritas kesehatan Kota Melbourne, Australia mengidentifikasi varian baru Covid-19 dalam wabah yang sejauh ini tidak terkait dengan semua kasus yang telah ada.

Kepala Petugas Kesehatan Victoria, Profesor Brett Sutton, mengatakan varian itu adalah jenis B1617.2 atau yang sekarang dikenal dengan sebutan Delta yang juga terdeteksi di India dan Inggris.

Varian baru itu terdeteksi melalui pengurutan pada dua kasus yang terkait dengan klaster Melbourne Barat.


“Fakta bahwa itu adalah varian yang berbeda dengan kasus lain, itu berarti tidak terkait, dalam hal penularan, dengan kasus-kasus ini,” kata Profesor Sutton, seperti dikutip dari 9News, Kamis (4/6).

“Itu belum terkait dengan kasus berurutan di seluruh Australia dari karantina hotel atau di mana pun yang tidak terkait di Victoria atau yurisdiksi lainnya,” jelasnya.

Profesor Sutton mengatakan keluarga asli yang terinfeksi varian baru tersebut sebelumnya telah melakukan perjalanan ke Jervis Bay di New South Wales.

“Ini adalah kekhawatiran bahwa itu tidak terkait dengan kasus lain tetapi kami mengejar semua kontak kasus utama untuk keluarga itu dan mencari di mana itu mungkin diperoleh,” katanya.

Profesor Sutton mengatakan varian Covid-19 yang baru diidentifikasi dalam wabah Melbourne memiliki "potensi penularan yang sangat tinggi".

“Ini menyebar sangat cepat di seluruh India untuk menjadi varian dominan, hampir varian eksklusif di sana,”  katanya.

“Tampaknya itu yang paling signifikan dalam hal penularan,” ujarnya.

Profesor mengatakan tidak banyak informasi tentang tingkat keparahan penyakit dengan varian ini, meskipun ada beberapa laporan yang mengatakan tingkat penularan varian tersebut lebih besar pada anak-anak.

“Kami memiliki kekhawatiran karena alasan itu,” ujarnya.

Dia mengecilkan anggapan bahwa munculnya varian Delta Covid-19 di Melbourne dapat membahayakan pencabutan pembatasan Kamis depan.

“Saya pikir kami meninjau seperti yang selalu kami lakukan, hanya untuk melihat apa lagi yang muncul,” katanya.

“Faktanya kami mendapatkan 50.000 tes per hari, yaitu lima persen dari Victoria telah diuji pada minggu lalu. Ini adalah bagian besar untuk bisa mengatasi ini,” demikian Sutton.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya