Berita

Ratu paparazi Prancis Mimi Marchand/Net

Dunia

Ratu Paparazzi Prancis Ditahan Terkait Kasus Korupsi Mantan Presiden Nicolas Sarkozy

JUMAT, 04 JUNI 2021 | 10:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Salah satu tokoh paling berpengaruh dalam bisnis paparazzi Prancis, Mimi Marchand,  dan seorang jurnalis dari majalah Paris Match Francois de Labarre ditahan pada Kamis (3/6).

Keduanya ditahan atas tuduhan merusak saksi kasus korupsi yang melibatkan mantan presiden Nicolas Sarkozy.

Marchand, yang menjalankan agensi BestImage, ditahan dan diinterogasi bersama  de Labarre di Nanterre, sebelah barat Paris. Namun de Labarre kemudian dibebaskan dari tahanan tanpa dakwaan pada Kamis malam, kata pengacaranya kepada AFP.


Marchand, atau yang dikenal luas sebagai ‘Mimi’, bekerja erat dengan sejumlah tokoh kaya dan berkuasa dari dunia politik dan hiburan, termasuk Presiden Emmanuel Macron dan istrinya Brigitte.

Dia ditahan dan rumahnya digeledah atas perintah hakim yang menyelidiki dugaan korupsi oleh Sarkozy, yang dituduh mengambil uang dari mantan diktator Libya Moamer Kadhafi.

Marchand dan de Labarre berperan penting dalam mengorganisir wawancara pada bulan November dengan salah satu saksi utama terhadap Sarkozy, Ziad Takieddine, di mana ia menarik tuduhannya terhadap mantan kepala negara Prancis itu.

Setelah itu, ketika berbicara dengan penyelidik Prancis, Takieddine mengubah ceritanya lagi, menarik kembali apa yang dia katakan kepada Paris Match dan mengatakan bahwa kata-katanya telah "cacat".

Sebelum mencabut klaimnya dalam wawancara Paris Match, Takieddine selalu menuduh bahwa dia mengirimkan koper berisi uang tunai lima juta euro (6 juta dolar AS) dari Tripoli kepada kepala staf Sarkozy pada 2006 dan 2007.

Situs web investigasi Mediapart, yang menyampaikan berita tentang penahanan Marchand dan de Laberre, mengatakan pasangan itu dicurigai melakukan ‘negosiasi bawah tanah dengan Takieddine’ untuk meyakinkannya agar mencabut tuduhannya terhadap Sarkozy.

Di bawah hukum Prancis, ini bisa menjadi tindak pidana perusakan saksi.

Paris Match mengutuk penangkapan salah satu jurnalisnya yang dikatakan bertentangan dengan semua prinsip demokrasi.

Sementara kepala Reporters Without Borders Christophe Deloire dalam cuitannya mengatakan: “Jelas tidak proporsional bahwa lima petugas bersenjata telah menggedor pintu seorang jurnalis di depan anak kecil mereka dan penangkapan itu adalah bagian dari proses hukum yang menyedihkan.”

Penangkapan pada hari Kamis adalah putaran terbaru dalam tahun-tahun klaim luar biasa dan investigasi terhadap tokoh sayap kanan Sarkozy yang garang, yang menjabat Presiden Prancis dari 2007-2012.

Marchand, dihargai karena kemampuannya untuk mengatur liputan pers dan foto-foto yang baik berkat kerja sama dengan istri Sarkozy, Carla Bruni di masa lalu.

Pada bulan Maret, Sarkozy dinyatakan bersalah karena menjajakan pengaruh dan dijatuhi hukuman tiga tahun penjara karena mencoba mempengaruhi seorang hakim untuk mendapatkan informasi dalam kasus terpisah.

Sebagian besar hukuman ditangguhkan dan dia mengajukan banding, yang berarti dia tidak mungkin masuk penjara, tetapi dia menghadapi dakwaan lain termasuk dalam kasus bdana dari Libya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya