Berita

Pentagon/Net

Dunia

Pentagon Mengaku Bertanggung Jawab Atas Kematian 23 Warga Sipil Di Zona Perang Asing Selama 2020

JUMAT, 04 JUNI 2021 | 00:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pentagon dalam laporannya yang dirilis pada Rabu (2/6) mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan tidak sengaja 23 warga sipil di zona perang asing pada tahun 2020.

Pentagon mengatakan, penghitungan itu termasuk kematian warga sipil dalam operasi di Irak, Afghanistan, Somalia, Yaman dan Nigeria.  Namun, jumlah korban tewas yang mereka rilis  jauh di bawah angka yang dikumpulkan oleh sejumlah LSM.

Departemen Pertahanan AS 'menilai bahwa ada sekitar 23 warga sipil tewas dan sekitar 10 warga sipil terluka selama tahun 2020 sebagai akibat dari operasi militer AS.”


“Sebagian besar korban sipil berada di Afghanistan, di mana Pentagon mengatakan bertanggung jawab atas 20 kematian,” isi laporan dari bagian publik, seperti dikutip dari AFP, Kamis (3/6).

Satu warga sipil tewas di Somalia pada Februari 2020 dan satu lagi di Irak pada Maret. Dokumen yang dirilis ke publik tidak merinci kapan atau di mana korban ke-23 dibunuh.

Dokumen tersebut mengatakan bahwa meskipun Kongres mengalokasikan 3 juta dolar AS ke Pentagon pada tahun 2020 untuk kompensasi finansial kepada keluarga korban sipil, tidak ada kompensasi seperti itu yang dibayarkan.

Jumlah korban yang dirilis Pentagon sebenarnya sangat jauh berbeda dari yang dimiliki sejumlah LSM yang secara teratur mempublikasikan jumlah korban sipil. Jumlahnya jauh lebih tinggi di daerah-daerah di mana militer AS aktif di seluruh dunia.

LSM Airwars misalnya, yang mencantumkan korban sipil dari serangan udara, mengatakan bahwa perkiraan paling konservatif mereka menunjukkan bahwa 102 warga sipil tewas dalam operasi AS di seluruh dunia - lima kali lebih tinggi dari angka resmi Pentagon.

“Misi Bersatu di Afghanistan (UNAMA) menghitung 89 tewas dan 31 terluka dalam operasi oleh pasukan koalisi pimpinan AS,” kata Airwars.

“Di Somalia, di mana Pentagon hanya mengakui satu kematian warga sipil, Airwars dan LSM lain memperkirakan jumlah korban tewas 7 orang, sementara di Suriah dan Irak sumber-sumber lokal melaporkan 6 orang tewas,” kata LSM tersebut.

“Jelas bahwa penyelidikan dan pengakuan Departemen Pertahanan atas kerugian sipil tetap sangat tidak memadai,” kata Hina Shamsi dari American Civil Liberties Union (ACLU).

“Sangat mengejutkan bahwa pada tahun 2020, Departemen Pertahanan tidak menawarkan atau melakukan perubahan pembayaran kepada warga sipil dan keluarga yang terkena dampak meskipun ada dana dari Kongres,” kata Shamsi, yang mengepalai Proyek Keamanan Nasional ACLU.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Tak Perlu Takut dengan Ide Kewarganegaraan Ganda Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:26

Cara Mengubah Desil DTSEN Secara Online dan Offline, Lengkap dengan Langkahnya

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:15

Tak Cuma Revisi, DPR Sepakat Regulasi Baru Migas

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:14

GBNI Dukung Program Kerakyatan Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:37

B50 Perkuat Kemandirian Energi, Hemat Devisa, dan Dorong Transformasi Ekonomi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:34

Presiden Perintahkan Penanganan Darurat, Wamensos Terjun ke Lokasi Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:28

21 Kantong Parkir Disiapkan Saat Perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:31

MBG Harus Kembali ke Tujuan Awal Bukan Jadi Ladang Bisnis

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:21

Ruas Jalan di Jakarta Direkayasa Saat Perayaan HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:12

Besok! Ongkos Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Cuma Rp8

Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:30

Selengkapnya