Berita

Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKB di Komisi VI DPR RI, Nasim Khan/Repro

Politik

Di Depan Erick Thohir, FPKB Minta Prioritas Anggaran Untuk Rakyat Dan Pesantren

KAMIS, 03 JUNI 2021 | 16:24 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemerintah diminta lebih memprioritaskan program-program yang langsung menyentuh kepentingan rakyat kecil.

Dengan fokus kepada masyarakat miskin dan rentan, maka roda perekonomian dan stabilitas akan terjaga. Terlebih saat ini, rakyat kecil sedang dalam kondisi terpuruk karena hantaman Covid-19.

Demikian disampaikan Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKB di Komisi VI DPR RI, Nasim Khan dalam rapat kerja bersama Menteri BUMN, Erick Thohir membahas RKP K/L dan RKA K/L tahun anggaran 2022 di Komisi VI DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (3/6).


Khusus untuk kementerian mitra kerja Komisi VI DPR RI, ia meminta pemerintah lebih fokus kepada kepentingan rakyat kecil di kalangan pesantren.

"Kementerian Komisi VI ini harus memprioritaskan kepentingan rakyat dan para ulama, masyayikh, dan santri. Pak Jokowi kan telah menyampaikan bahwa prioritaskan kepada para ulama, masyayikh, dan santri, tolong dalam semua program PAGU di tahun 2022 dari kementerian kita itu bisa menyentuh pada mereka,” kata Nasim Khan.

Kepada Kementerian BUMN, Nasim Khan meminta Erick Thohir lebih memprioritaskan CSR (Corporate Social Responsibility) dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dari perusahaan pelat merah kepada kalangan pesantren.

“Program dari CSR, PKBL (BUMN) itu kita harapkan bisa menyentuh kalangan pesantren. Saya yakin Pak Menteri, kalau kita berikan ke umum, bukannya kita menuduh, tapi itu belum tentu safety pertanggungjawabannya," sambungnya.

Di sisi lain, ia mengapresiasi semangat Erick Thohir yang membawa pondasi akhlak dan moral kepada setiap perusahaan milik negara. Bahkan Erick sudah mencontohkan akhlaknya dengan cara berhemat anggaran.

“Kami juga salut, kalau itu memang dibutuhkan (kenaikan anggaran untuk Kemen BUMN) kenapa tidak, tapi, bila ternyata tidak dibutuhkan dan ternyata itu pemborosan buat apa?" tegasnya.

Dengan nada berkelakar, Nasim menyampaikan bahwa adanya pondasi akhlak di Kementerian BUMN tidak bisa dilepaskan dari PKB sebagai partai yang menentukan siapa calon pemenangan Presiden RI.

“(kata dan Pondasi akhlak) itu ada, karena tidak lepas dari adanya PKB, partai penentu pemimpin bangsa di masa depan," tutupnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya