Berita

Kapal Pelni saat sedang berlayar/Net

Politik

Komisi V DPR Dukung Pelni Kembali Angkut Penumpang Reguler

KAMIS, 03 JUNI 2021 | 16:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Transportasi laut dinilai lebih efisien dibanding transportasi udara maupun darat. Tidak hanya penumpang, dengan kapal laut, volume barang yang diangkut juga lebih besar serta mampu melintasi pulau, negara bahkan benua. Efisiensi juga tercermin dari penggunaan BBM.

Pengangkutan barang sebanyak 500 kontainer menggunakan kapal misalnya, membutuhkan BBM setara 65 ton. Sedangkan jika melalui darat dibutuhkan 360 ton. Rinciannya, 500 truk untuk mengangkut 500 kontainer serta lama perjalanan sekitar empat hari. Dan ini belum termasuk biaya lain yang membebani ongkos logistik.

Seiring dengan berakhirnya masa larangan mudik Lebaran tahun 2021, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT Pelni kembali mengangkut penumpang reguler yang dimulai sejak 18 Mei 2021. Bahkan perusahaan telah membuka layanan penjualan tiket secara daring di situs resmi Pelni atau aplikasi Pelni Mobile Apps.


Anggota Komisi V DPR RI, Syahrul Aidi Maazat mengaku sangat mendukung upaya Pelni sebagai penyedia jasa angkutan laut untuk kembali mengangkut penumpang reguler.

"Langkah Pelni sudah tepat, karena tidak semua masyarakat memiliki mobil atau terbiasa naik pesawat. Yang terpenting Pelni harus memastikan kenyamanan dan keamanan bagi penumpangnya," ujar Syahrul Aidi, Kamis (3/6).

Anggota Fraksi PKS itu juga meyakini, PT Pelni sebagai perusahaan milik negara mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dalam hal penyediaan trasportasi.

"Komisi V DPR tentu sangat mendukung langkah Pelni untuk memberikan layanana terbaik dengan terus memperbaiki armadanya khususnya Kapal Feri. Jangan sampai perusahaan yang dibiayai negara malah kalah saing dengan perusahaan milik swasta. Modalnya itukan sudah disediakan oleh negara, oleh sebab itu pelayanannya dan fasilitasnya harus bisa jauh lebih baik dari swasta," tutur Syahrul Aidi.

Karena menurut politisi asal Riau ini, masyarakat sebagai konsumen sangat rasional. "Mereka (konsumen) tahu mana fasilitas yang lebih bagus dan murah, itu pasti yang dicari," tegasnya.

Jadi, kata Syahrul Aidi, gunanya BUMN itu untuk mengimbangi harga fasilitas pada masyarakat. Dengan adanya Pelni fasilitas harus segera dibuat lebih layak lagi guna menghilangkan rumor transportasi milik Pelni sudah berusia tua.

"Peremejaan sangat penting. Kemudian harus ada evaluasi. Pelni sebagai perusahan negara harus punya orietasi profit, bagaimana membaca psikologi konsumen, apa yang dibutuhkan konsumen transportasi laut. Misal keramahan dari krunya, fasiltas keamananya, kenyamanannya di dalam kapal, kemudian mempermudah pmembelian tiket,"ucapnya.

Sementara itu, pengamat transportasi, Edison mengatakan, Pelni sebagai penyedia jasa transportasi laut, harus bisa memastikan kenyamanan dan keamanan penumpang. Jika hal itu terpenuhi maka masyarakat akan kembali berbondong-bondong menggunakan trasnportasi laut.

"Kita akui untuk transportasi laut kecuali angkutan barang saat ini nyaris kurang mendapat respon, bahkan berpotensi untuk dilupakan. Khususnya warga yang membutuhkan waktu cepat untuk sampai ke tujuan, kecuali tidak ada alternatif lain dan yang ada hanya transportasi laut," ujarnya.

Namun demikian, bukan berarti Pelni hanya bisa pasrah, justru harus lebih kreatif dan menggali inovasi agar perjalanan lewat laut lebih menyenangkan.

"Misalnya bersinergi dengan pelaku usaha wisata laut. Kemudian meberikan pelayanan prima serta menyiapkan kapal-kapal moderen dan dilengkapi fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan," tegas Edison.

"Saya masih percaya Pelni mampu. Apalagi negara kita terdiri dari beribu pulau yang tentu akan lebih menarik bila Pelni menyuguhkan moda transportasi yang aman, nyaman dengan pelayanan yang lebih baik ketimbang kapal-kapal milik swasta," lanjut dia.

Dihubungi terpisah, pengamat transportasi, Djoko Setijowarno mengatakan, sejatinya minat masyarakat terhadap Kapal Pelni masih banyak. Bahkan kapal masih jadi idola untuk transportasi antar pulau.

"Saya melihat Pelni masih diminati ya, terutama penyeberangan Semarang ke Kalimantan. Layanan Pelni juga sudah semakin bagus," ujarnya sambil menambahkan, Pelni akan jauh lebih untung mengangkut logistik ketimbang penumpang.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya