Berita

Ketua DPR RI, Puan Maharani/Ist

Politik

Puan Minta Kampus Jangan Hanya Jadi Pabrik Gelar Akademis

RABU, 02 JUNI 2021 | 22:13 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kondisi 'menara gading' pendidikan di Indonesia saat ini dianggap tidak lagi dapat dipertahankan. Sebab dewasa ini, para peserta didik tidak adaptif terhadap perkembangan zaman.

Demikian disampaikan Ketua DPR RI, Puan Maharani dalam webinar series Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Indonesia Seri ke-3 bertema 'Pendidikan Indonesia untuk Masa Depan Bangsa dan Kemanusiaan'.

“Menara gading adalah kondisi saat pendidikan menjadi tempat seseorang belajar sambil terpisahkan dirinya dari masyarakat, dan setelah selesai maka kembali ke masyarakat tanpa memahami cepatnya perubahan yang terjadi di luar kampus,” ujarnya, Rabu (2/6).


Saat ini, Puan menilai kampus hanya menjadi sebuah pabrik gelar-gelar akademis. Sedangkan peserta didiknya minim kemampuan sebagai bagian yang harusnya dibutuhkan masyarakat.

Politisi PDIP ini menilai salah satu gelombang perubahan zaman yang harus dihadapi generasi bangsa sekarang adalah perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat.

Perkembangan robotik, kecerdasan buatan, blockchain, crypto currency, dan algoritma kesadaran adalah beberapa hal yang harus dipelajari generasi masa kini untuk menambah kemampuan masa depan mereka.

"Untuk itulah pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi menjadi sebuah keharusan," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya