Berita

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartart dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto/Ist

Politik

Bukan Asal Ngomong, Pigai Punya Rumus Tunjuk Airlangga Dan Prabowo Paling Pantas Jadi Capres 2024

RABU, 02 JUNI 2021 | 17:25 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sosok Prabowo Subianto dan Airlangga Hartarto dianggap paling pantas menjadi kandidat Presiden 2024. Bagi aktivis Natalius Pigai, keduanya merupakan pilihan paling baik di antara nama-nama lain yang beredar.

Natalius Pigai mengaku berani menempatkan dua tokoh ketua umum partai tersebut atas dasar hitung-hitungan dan pengalamannya sebagai seorang profesional.

"Saya orang tenaga kerja, profesional dan objektif. Saya bantu negara memilih yang terbaik menggunakan rumus KSA," kata Pigai kepada wartawan, Rabu (2/6).


Rumus KSA yang ia maksud yakni Knowledgeable (berpengetahuan luas), Skilled (ahli), attitude (sikap) berkarakter dan istimewa.

Dari ketiga rumus tersebutlah, kata dia, hanya Airlangga yang kini menjadi Ketua Umum Partai Golkar dan Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra paling memenuhi syarat.

"Ini ilmu kompetensi sesuai rumus K+S+A untuk Kepala Negara RI," tegas Pigai.

Sementara itu, beberapa nama lain yang moncer di beberapa lembaga survei sebagai capres potensial untuk 2024 dianggap tak sepenuhnya memenuhi kategori tiga penilaian Pigai.

Seperti Ketua PDIP Puan Maharani; Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY); Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasa; Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar dianggapnya tidak cocok untuk jadi presiden.

Mereka bersama dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Gatot Nurmantyo memang punya hak untuk bisa maju di Pilpres 2024. Tapi bagi Pigai, mereka lebih cocok jadi cawapres. Bukan calon presiden.

“Pak Anies sabar. Tolong jaga DKI daripada jatuh di tangan orang yang salah, nanti 2029 ok,” tutup Pigai.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya