Berita

Prof. Din Syamsuddin dan Ust. Adi Hidayat/Net

Hukum

Din Syamsuddin Dukung Ustaz Adi Hidayat Seret Tukang Fitnah Ke Jalur Hukum

RABU, 02 JUNI 2021 | 16:49 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tuduhan terhadap Ustaz Adi Hidayat (UAH) menyelewengkan dana solidaritas Palestina adalah fitnah keji yang bersifat pembunuhan karakter seorang tokoh ulama.

Demikian ditegaskan mantan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof. M. Din Syamsuddin menanggapi tuduhan terhadap UAH.

"Fitnah seperti itu sering dilakukan oleh kelompok yang menbenci ulama dan ingin mendeskreditkan mereka," ujar Prof. Din kepada wartawan, Rabu (2/6).


Mantan Ketua Umum Muhammadiyah itu menilai, UAH adalah salah seorang ulama atau dai yang terkemuka, memiliki wawasan ilmu keagamaan yang luas dan dalam, serta memiliki kepribadian yang beristiqamah dan penuh amanah.

"Fitnah terhadap beliau tentu akan menyinggung peradaan umat Islam pendukung UAH," kata Prof. Din.

Jelas Prof. Din, walaupun UAH boleh jadi memberi maaf, tapi dia mendukung upaya menyeret para tukang fitnah itu ke jalur hukum agar ada efek jera.

Oleh karena itu, penegak hukum Bareskrim Polri diharapkan memproses laporan Tim UAH, karena kalau kecenderungan penyebaran fitnah seperti ini dibiarkan maka potensial menciptakan iklim politik yang tidak kondusif dalam kehidupan bangsa.

Sebaiknya, terhadap kasus pendeskreditan termasuk penganiayaan ulama atau dai, Polri melakukan upaya cegah-tanggal (cekal), agar tidak berkembang yang dapat mengganggu stabilitas.

"Kepada para tukang fitnah dan buzzer, berhentilah memfitnah dan bertaubatlah. Ingatlah balasan Allah SWT di dunia maupun di akhirat," ucap Prof. M. Din Syamsuddin.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya