Berita

CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi/RMOLJateng

Sepak Bola

Polri Beri Izin Liga 1, CEO PSIS: Harus Dimaksimalkan Untuk Bangkitkan Sepak Bola Nasional

RABU, 02 JUNI 2021 | 14:39 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Turunnya izin penyelenggaraan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dari pihak kepolisian kepada PSSI mendapat apresiasi dari banyak pihak. Khususnya klub-klub peserta yang bisa segera mempersiapkan diri seiring kepastian yang diberikan pihak kepolisian.

Salah satunya adalah CEO PSIS Semarang, AS Sukawijaya. Pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi ini mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah pemerintah dan aparat untuk menggairahkan sepak bola di tanah air.

Menurutnya, dengan adanya izin dari Kepolisian maka stakeholder sepak bola harus bisa membuktikan kepercayaan yang diberikan dengan sama-sama berusaha menyukseskan gelaran kompetisi Liga 1.


"Pertama, terima kasih kepada Kapolri beserta jajaran kepolisian lainnya yang sudah memberi kepercayaan kepada PSSI untuk menggelar Liga 1 2021,” kata Yoyok, Rabu (2/6), dikutip Kantor Berita RMOLJateng.

Yoyok menambahkan, pihaknya meminta stakeholder sepak bola untuk lebih berkolaboratif dalam membangun industri sepak bola.

Apalagi, lanjutnya, saat ini kompetisi sepak bola tanah air memiliki energi baru. Menyusul kehadiran sejumlah figur publik, mulai anak Presiden Jokowi hingga selebriti Raffi Ahmad, yang ikut langsung mengelola klub sepak bola.

Menurutnya, PSSI harus memanfaatkan momentum baik ini untuk mewujudkan kompetisi yang baik dan menarik untuk membangkitkan industri sepak bola nasional.

"Apalagi sekarang kompetisi lebih menarik. Putra Bapak Presiden hingga Raffi Ahmad dan terbaru Atta Halilintar juga tampaknya akan meramaikan kompetisi sepak bola tahun ini. Ini harus dimaksimalkan untuk membangkitkan sepak bola yang setahun lebih vakum,” paparnya.

Namun, ke depan Yoyok juga ingin cabang olahraga lainnya secara bertahap kembali berjalan. Pasalnya, legislator DPR RI ini merasa pembentukan atlet-atlet kelas nasional maupun internasional tak lepas dari keberadaan kompetisi.

"Ke depannya setelah sepak bola klir, cabor lainnya juga harus bertahap ikut dikawal supaya gairah olahraga kembali bangkit dan masyarakat mendapat hiburan. Paling penting, atlet-atlet berbakat akan lahir dari sebuah kompetisi,” pungkas anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat ini.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya