Berita

Ketua Umum DPP PKB, A. Muhaimin Iskandar/Net

Politik

Pengamat Komunikasi: Peluang Muhaimin Iskandar Jadi Capres Sangat Tipis

RABU, 02 JUNI 2021 | 12:53 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Para ulama dari Jawa Barat meminta Ketua Umum DPP PKB, A. Muhaimin Iskandar maju sebagai calon presiden (Capres) pada Pilpres 2024.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jakarta, M. Jamiluddin Ritonga mengatakan, permintaan para ulama itu wajar saja mengingat Cak Imin sapaan akrab Muhaimin adalah ketum parpol.

"PKB pada Pileg 2019 lalu mendulang suara 9,69 persen, sehingga dinilai layak mengusung ketumnya untuk mewakili partai menengah," ujar Jamiluddin Ritonga, Rabu (2/6).


Posisi Cak Imin sebagai Wakil Ketua DPR juga menjadikannya layak diusung menjadi capres. Apalagi di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dia pernah menjadi Menteri Tenaga Kerja.

"Pengalamannya menjadi Menteri, Wakil Ketua DPR, Wakil Ketua MPR, dan Ketua Umum PKB, setidaknya telah mematangkan dirinya untuk memimpin Indonesia," kata Jamiluddin Ritonga.

Hanya saja, lanjut mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta itu, hingga saat ini elektabilitas Cak Imin sangat rendah. PKB yang dikomandoinya juga belakangan ini elektabilitasnya di kisaran 5 persen.

Jelas Jamiluddin Ritonga, dengan elektabilitas yang rendah, tentu sulit bagi partai lain untuk berkoalisi dengan PKB mengusung Cak Imin sebagai capres.

"Resiko kalah akan sangat besar bila partai lain memaksakan diri mengusung Cak Imin," imbuhnya.

Selain elektabilitas rendah, Cak Imin dan PKB juga tidak mencerminkan besarnya suara NU. Padahal basis terbesar pendukungnya NU.

"Jadi, Cak Imin pada dasarnya tidak dikehendaki oleh seluruh warga NU. Bahkan pendukung Gus Dur yang juga warga NU diperkirakan tidak akan mendukung Cak Imin untuk nyapres. Padahal pendukung Gus Dur jumlahnya cukup besar," tutur Jamiluddin Ritonga.

Belum lagi suara NU yang ke PPP dan partai nasionalis lainnya juga cukup banyak. Hal ini tentu menyulitkan Cak Imin untuk menang pada kontestasi Pilpres 2024.

Selain itu, lanjut Jamiluddin Ritonga, Muhammadiyah, Persis, dan ormas Islam lainnya di luar NU, tampaknya akan sulit mendukung pencapresan Cak Imin.

"Ormas Islam di luar NU tampaknya lebih condong mengusung Anies Baswedan. Bagi mereka, Anies yang punya elektabilitas tinggi dan lebih diterima kalangan Islam, lebih berpeluang menang pada Pilpres 2024 daripada Cak Imin," ucapnya.

Para ulama se-Jawa Barat meminta Ketua Umum PKB A. Muhaimin Iskandar untuk mengambil estafet kepemimpinan nasional dengan maju sebagai capres di Pilpres 2024.

Permintaaan itu disampaikan dalam acara doa bersama untuk bangsa saat memperingati Hari Lahir Pancasila, di Rumah Dinas Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid, di Jalan Kemang Selatan, Jakarta Selatan, Selasa malam (1/6).

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya