Varian hibrida atau gabungan Covid-19 yang mengandung virus corona yang pertama kali terdeteksi di India dan Inggris telah ditemukan di Vietnam.
Hal ini menjadi perhatian khusus ahli virologi Thailand Wasun Chantratita. Dia mengatakan, kemungkinan wabah tersebut bisa menyebar ke Thailand.
Kepala Pusat Genomik Medis di Rumah Sakit Ramathibodi, Universitas Mahidol itu mengatakan kepada Bangkok Post bahwa strain dapat muncul di Thailand, terutama di lokasi konstruksi pekerja. Mengingat sebelumnya ada dua varian virus yang telah terdeteksi di lokasi konstruksi Thailand sebelumnya.
"Bagaimanapun, studi lebih lanjut diperlukan sebelum kesimpulan definitif dapat dicapai," katanya.
Komentar tersebut datang setelah pejabat kesehatan masyarakat Vietnam mengumumkan bahwa mereka telah menemukan kombinasi varian Covid-19 dari Inggris dan India, dan menggambarkan gabungan varian itu sebagai sesuatu "berbahaya".
Pejabat kesehatan Vietnam mengatakan tes laboratorium telah menunjukkan strain hibrida lebih menular melalui udara daripada jenis sebelumnya.
Meskipun demikian, informasi genom dari varian hibrida belum diungkapkan.
Dr Wasun melanjutkan dengan mengatakan bahwa genetika varian hibrida perlu didekodekan untuk memungkinkan pembelajaran lebih lanjut tentang karakteristiknya.
“Walaupun varian hibrida sudah muncul, tapi itu kombinasi varian Inggris dan India, yang masih bisa ditangani oleh vaksin saat ini. Berbeda dengan strain Afrika, kemanjuran vaksin tidak berkurang oleh dua strain (Inggris dan India)," katanya.
Munculnya varian virus corona gabungan di Vietnam menimbulkan banyak keraguan, mengingat jumlah infeksinya masih terbilang kecil, sekitar 7.000 kasus.
Bisa jadi, tambah Dr Wasun, virus hibrida itu bisa disebabkan oleh satu orang yang terinfeksi kedua galur dari luar negeri dan virus itu kemudian berkembang menjadi bentuk hibrida.
Hal ini pernah terjadi sebelumnya, katanya, terbukti pada pasien yang terserang flu burung.