Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Varian Covid-19 Kombinasi Inggris Dan India Masuk Vietnam, Thailand Diminta Waspada

RABU, 02 JUNI 2021 | 09:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Varian hibrida atau gabungan Covid-19 yang mengandung virus corona yang pertama kali terdeteksi di India dan Inggris telah ditemukan di Vietnam.

Hal ini menjadi perhatian khusus ahli virologi Thailand Wasun Chantratita. Dia mengatakan, kemungkinan wabah tersebut bisa menyebar ke Thailand.

Kepala Pusat Genomik Medis di Rumah Sakit Ramathibodi, Universitas Mahidol itu mengatakan kepada Bangkok Post bahwa strain dapat muncul di Thailand, terutama di lokasi konstruksi pekerja. Mengingat sebelumnya ada dua varian virus yang telah terdeteksi di lokasi konstruksi Thailand sebelumnya.


"Bagaimanapun, studi lebih lanjut diperlukan sebelum kesimpulan definitif dapat dicapai," katanya.

Komentar tersebut datang setelah pejabat kesehatan masyarakat Vietnam mengumumkan bahwa mereka telah menemukan kombinasi varian Covid-19 dari Inggris dan India, dan menggambarkan gabungan varian itu sebagai sesuatu "berbahaya".

Pejabat kesehatan Vietnam mengatakan tes laboratorium telah menunjukkan strain hibrida lebih menular melalui udara daripada jenis sebelumnya.

Meskipun demikian, informasi genom dari varian hibrida belum diungkapkan.

Dr Wasun melanjutkan dengan mengatakan bahwa genetika varian hibrida perlu didekodekan untuk memungkinkan pembelajaran lebih lanjut tentang karakteristiknya.

“Walaupun varian hibrida sudah muncul, tapi itu kombinasi varian Inggris dan India, yang masih bisa ditangani oleh vaksin saat ini. Berbeda dengan strain Afrika, kemanjuran vaksin tidak berkurang oleh dua strain (Inggris dan India)," katanya.

Munculnya varian virus corona gabungan di Vietnam menimbulkan banyak keraguan, mengingat jumlah infeksinya masih terbilang kecil, sekitar 7.000 kasus.

Bisa jadi, tambah Dr Wasun, virus hibrida itu bisa disebabkan oleh satu orang yang terinfeksi kedua galur dari luar negeri dan virus itu kemudian berkembang menjadi bentuk hibrida.

Hal ini pernah terjadi sebelumnya, katanya, terbukti pada pasien yang terserang flu burung. 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Prabowo Joget Tabola Bale Bersama Warga Miangas

Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:55

Perempuan Bangsa Dampingi Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Pati

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:11

Prabowo Dorong Dialog ASEAN Hadapi Krisis Myanmar dan Konflik Perbatasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:00

ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Krisis Global

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35

Konflik AS-Iran Mendorong Harga Pangan Global ke Level Tertinggi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:17

Lisa BLACKPINK Dipastikan Tampil di Opening Piala Dunia 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:56

Survei NRI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45

Waspada Hantavirus dari Tikus, Ini Cara Mencegah Penyebarannya

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:33

Brimob Diterjunkan Saat Penggerebekan Judi Online Internasional di Jakbar

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:22

Selengkapnya