Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Vaksin Sinovac China Dapat lampu Hijau WHO, Siap Diluncurkan Untuk Program COVAX

RABU, 02 JUNI 2021 | 08:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberi lampu hijau kepada vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Sinovac China untuk penggunaan darurat, yang merupakan prasyarat untuk menjadi penyedia COVAX. Hal itu diumumkan oelh WHO pada Selasa (1/6) waktu setempat.

“Keputusan lebih lanjut menunjukkan bahwa China tidak hanya memiliki kemauan dan sarana untuk membantu dalam perjuangan anti-pandemi global, tetapi juga kemampuan untuk melakukannya,” kata Feng Duojia, Presiden Asosiasi Industri Vaksin China, seperti dikutip dari Global Times.

Di saat bersamaan, produsen vaksin milik negara China Sinopharm meluncurkan batch pertama dari dosis Covid-19 yang disiapkan untuk skema pembagian vaksin global COVAX di Beijing, setelah vaksin tersebut disetujui oleh WHO untuk penggunaan darurat pada 7 Mei lalu.


Sinopharm telah melakukan beberapa perbaikan pada batch khusus untuk COVAX, termasuk menerapkan bahasa Inggris ke semua kemasannya, mereka juga telah merancang stiker bernama vaksin vial monitor (VVM) yang dapat menunjukkan variasi suhu.

“Sinopharm merupakan produsen pertama di dunia yang telah memasang VVM pada vaksin Covid-19,” kata  Zhu Jingjin, wakil presiden China National Biotec Group (CNBG), anak perusahaan Sinopharm yang bertanggung jawab atas penelitian dan produksi vaksin Covid-19 grup.

“Kode QR ada di kemasan luar untuk pemantauan dan pengawasan internasional, dan perusahaan telah meningkatkan informasi instruksi,” kata Zhu.   

Sementara Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan pada konferensi pers rutin pada hari Selasa, bahwa  China telah berjanji untuk memberikan 10 juta suntikan vaksin Covid-19 dalam skema COVAX.

“China akan terus mendukung perusahaan terkait dalam meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan program COVAX dan memberikan kontribusi China untuk mengamankan kemenangan awal dalam perang global melawan epidemi,” kata Wang.  

Sinopharm telah memvaksinasi lebih dari 300 juta dosis secara global, termasuk di China daratan, kata perusahaan itu kepada media pada akhir Mei.

Sejauh ini dua vaksin China telah diberi lampu hijau oleh WHO untuk penggunaan darurat.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Prabowo Joget Tabola Bale Bersama Warga Miangas

Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:55

Perempuan Bangsa Dampingi Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Pati

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:11

Prabowo Dorong Dialog ASEAN Hadapi Krisis Myanmar dan Konflik Perbatasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:00

ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Krisis Global

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35

Konflik AS-Iran Mendorong Harga Pangan Global ke Level Tertinggi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:17

Lisa BLACKPINK Dipastikan Tampil di Opening Piala Dunia 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:56

Survei NRI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45

Waspada Hantavirus dari Tikus, Ini Cara Mencegah Penyebarannya

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:33

Brimob Diterjunkan Saat Penggerebekan Judi Online Internasional di Jakbar

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:22

Selengkapnya