Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Otoritas Kesehatan China Sebut Vaksin Covid-19 Buatannya Efektif Atasi Berbagai Jenis Strain Virus Corona

SELASA, 01 JUNI 2021 | 14:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pejabat otoritas kesehatan utama China dan CDC mengatakan pada Senin (31/5), bahwa vaksin Covid-19 buatan mereka sejauh ini dapat menangani berbagai jenis varian virus corona yang berbeda.

Sejumlah wilayah China kembali diserang gelombang baru kasus impor Covid-19 yang lebih menular dalam beberapa waktu belakangan.

Shenzhen, sebuah kota di Provinsi Guangdong China Selatan, melaporkan bahwa kasus individu terbaru terkait dengan strain bermutasi yang pertama kali ditemukan di Inggris, sementara Guangzhou, ibu kota provinsi tersebut, sedang berlomba melawan strain virus yang bermutasi yang pertama kali ditemukan di India.


Sebelas kasus yang dikonfirmasi di Shenzhen dilaporkan milik strain B117 yang bermutasi, dan enam di antaranya terkait dengan pekerjaan pengiriman global.

“Gelombang kasus baru di Guangdong, yang didorong oleh virus yang bermutasi dari luar negeri, memiliki penularan yang lebih kuat, menjadi tantangan baru bagi pekerjaan anti-epidemi kami saat ini,” kata Feng Zijian, Wakil Direktur Jenderal CDC China pada konferensi pers Senin, seperti dikutip dati Global Times, Selasa (1/6).

“Ini menuntut kami untuk mengambil tindakan yang sangat ketat dan menyesuaikan berbagai kebijakan jika diperlukan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, juru bicara Komisi Kesehatan Nasional, Mi Feng, mengatakan dalam menangkis risiko kebangkitan kembali wabah dan kasus impor, China telah mempercepat upaya vaksinasi massal selama sebulan terakhir.

Hingga Minggu (30/5), China dilaporkan  telah memberikan lebih dari 639,2 juta dosis, dan sejak Mei, tingkat inokulasi rata-rata mencapai sekitar 12,47 juta dosis per hari, meningkat 258 persen dari yang di bulan April.

“Inokulasi harian tertinggi mencapai 20 juta dosis,” tambahnya.

Mengenai apakah vaksin buatan China dapat membantu menangkis varian impor, Zhang Yuntao, Wakil Presiden China National Biotec Group, yang berafiliasi dengan China National Pharmaceutical Group (Sinopharm), mengatakan pada konferensi tersebut bahwa berdasarkan uji klinis Fase III perusahaan di luar negeri, perusahaan telah melakukan penelitian terhadap strain yang ditemukan di Afrika Selatan dan Inggris, selain strain yang ditemukan di berbagai wilayah di China.

“Setelah dilakukan pengujian secara menyeluruh, hasilnya menunjukkan vaksin dapat memberikan perlindungan yang baik,” katanya.

“Mutasi virus adalah konstan dan alami,” kata Zhang, seraya mencatat bahwa selama mutasi virus tetap terkendali, vaksin dapat memberikan perlindungan yang baik, mengingat situasi saat ini.

“Sementara itu, perusahaan China juga siap menghadapi mutasi besar dengan pengembangan vaksin baru,” tambahnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya