Berita

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat menerima laporan dari BPK/RMOLJakarta

Nusantara

Opini WTP Jadi Kado HUT Jakarta, Warga Bahagia

SELASA, 01 JUNI 2021 | 14:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) yang diberikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI kepada Pemprov DKI Jakarta untuk keempat kalinya secara berturut-turut diapresiasi banyak pihak.

Menurut Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) M Rico Sinaga, opini WTP merupakan prestasi yang tidak mudah didapatkan oleh pemerintah daerah karena ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi.

"Selamat, Pemprov DKI raih quattrick WTP di bawah kepemimpinan Pak Anies Baswedan," kata Rico diberitakan Kantor Berita RMOLJakarta, Selasa (1/6).


Rico menilai, Gubernur Anies telah sukses mengomandoi dan mengorganisir seluruh jajaran Pemprov DKI sehingga WTP dapat diraih dan bukan menjadi mimpi.

Raihan opini WTP juga menjadi indikator Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta dapat dimaksimalkan untuk pembangunan fisik dan nonfisik yang dirasakan manfaatnya oleh warga.

"Bukan hanya membangun infrastruktur, tapi Pak Anies yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga mengutamakan betul pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas di Jakarta," sambungnya.

Rico menambahkan, prestasi dari BPK RI tersebut juga menjadi penanda pencatatan aset yang semakin baik.

Sebab, saat dipimpin Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat, paling banter Pemprov DKI meraih opini wajar dengan pengecualian (WDP) yakni empat tahun berturut-turut, 2013, 2014, 2015, dan 2016

"Semoga prestasi ini bisa menjadi pemacu dan pemicu seluruh jajaran di Pemprov DKI untuk bekerja lebih baik lagi," jelas Rico.

"Quattrick WTP ini juga menjadi kado cepat HUT ke-494 Jakarta, warga Jakarta bahagia," tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya