Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Amanat Jokowi: Pancasila Harus Jadi pondasi Teknologi Yang Berkeindonesiaan

SELASA, 01 JUNI 2021 | 08:40 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Peringatan Hari Lahir Pancasila harus jadi momentum untuk mengokohkan nilai-nilai Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Begitu pesan Presiden Joko Widodo saat memberi amanat di Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (1/6).

Jokowi yang tampil dengan mengenakan baju adat dari Kabupaten Tanah Bumbu bertindak sebagai inspektur upacara hadir secara virtual melalui Istana Kepresidenan Bogor.


Presiden Jokowi mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak semakin ringan. Globalisasi dan interaksi antar belahan dunia yang semakin berkembang pesat harus turut diwaspadai. Sebab bukan tidak mungkin menimbulkan rivalitas nilai-nilai, pandangan-pandangan, dan ideologi yang ada di sebuah negara.

Revolusi 4.0 dan perkembangan 5G akan membuah interaksi dunia semakin cepat. Kecepatan interaksi ini, di satu sisi juga bisa ditunggangi oleh ideologi transnasional masuk ke seluruh kalangan.

Atas alasan itu, Jokowi menekankan bahwa pendalaman Pancasila tidak bisa dilakukan dengan cara-cara biasa.

“Pancasila harus menjadi pondasi teknologi yang berkeindonesiaan,” tekan Jokowi.

Dalam upacara ini, Brigjen TNI Novi Helmy Prasetya bertindak sebagai perwira upacara. Sementara Kolonel Infantri Muhammad Imam bertindak sebagai komandan upacara.

Secangkan  Ketua MPR Bambang Soesatyo bertugas untuk membacakan Pancasila dan Ketua DPR Puan Maharani membacakan teks pembukaan UUD 1945.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya