Berita

Aktivis Petisi ’28, Haris Rusly Moti/Net

Politik

Haris Rusly Moti Duga Ada Upaya Kartel Lama Gusur Prabowo Di Balik Isu Mafia Alutsista

SELASA, 01 JUNI 2021 | 08:08 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Kementerian Pertahanan tengah ramai diperbincangkan. Mulai dari dugaan adanya mister “M” hingga munculnya polemik anggaran pengadaan alutsista sebesar Rp 1.760 triliun.

Aktivis Petisi ’28, Haris Rusly Moti menduga ada sebuah konspirasi di balik munculnya beragam isu tersebut. Tujuan dari konspirasi, sambungnya, adalah untuk menjatuhkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto

“Sobat, sebetulnya ada konspirasi perebutan jabatan Menhan di balik isu mafia alutsista, yang kabarnya masih dalam bentuk kajian perencanaan,” terangnya lewat akun Twitter pribadi, Selasa (1/6).


Haris Rusly Moti mengurai bahwa konspirasi ini ditunggangi oleh para “pemain” lama di pengadaan alutsista. Mereka, sambungnya, sedang berupaya menggusur Prabowo agar bisa kembali bermain di proyek yang selama ini digeluti.

“Kebetulan petinggi TNI akan segera pensiun. Kartel lama Alutsista berupaya menggusur Prabowo sebagai Menhan agar mereka bisa kembali bermain,” demikian Haris Rusly Moti.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya