Berita

Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern dalam pertemuan di di Queenstown, Senin, 31 Mei 2021/Net

Dunia

Di Hadapan Morrison, PM Ardern Sebut Hubungan Selandia Baru-Australia Tidak Terpengaruh Kebijakan Tentang China

SELASA, 01 JUNI 2021 | 07:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menegaskan kembali bahwa hubungan pemerintahannya dan Australia baik-baik saja. Sejauh ini keduanya tidak terpengaruh oleh perbedaan kebijakan mereka atas China.

Pernyataannya datang ketika rekannya dari Australia Scott Morrison tiba dalam perjalanan pertamanya ke Selandia Baru sejak pandemi Covid-19 pada Senin (31/5) waktu setempat.

Dalam konferensi bersama Morrison, Ardern menerima serentetan pertanyaan tentang persepsi yang berkembang bahwa pemerintahnya telah menyimpang dari sikap kuat yang diambil sekutunya, Australia, terhadap ketegasan dan paksaan ekonomi Beijing yang tumbuh di wilayah tersebut.


Ardern mengatakan dia tidak mendeteksi adanya perbedaan dalam posisi perdagangan atau hak asasi manusia antara dirinya dan Morrison dan mengatakan Selandia Baru tetap "sangat berkomitmen" untuk kemitraan berbagi intelijen Five Eyes.

"Saya benar-benar menolak setiap pernyataan bahwa kami tidak mengambil sikap yang kuat tentang masalah ini," kata Ardern kepada wartawan, seperti dikutip dari Sydney Morning Herald, Senin (31/5).

“Dalam diskusi kita hari ini, saya tidak mendeteksi adanya perbedaan dalam posisi relatif kita tentang pentingnya mempertahankan posisi yang sangat kuat dan berprinsip pada isu-isu seputar perdagangan dan isu-isu seputar hak asasi manusia," lanjutnya.

Sementara Morrison, tanpa menyebut China secara langsung, mengatakan bahwa ada negara yang berusaha merusak keamanan regional dan mencoba memecah belah kedua negara dengan mengklaim ada “perbedaan yang tidak ada”.  

"Tidak ada negara yang akan memperdagangkan kedaulatan atau nilai mereka," kata Morrison.

Beberapa jam sebelum pertemuan, media pendukung pemerintah China, The Global Times, menerbitkan sebuah cerita yang memuji pemerintahan Ardern sebagai 'lebih damai dan ramah di tengah keributan anti-China di AS dan beberapa negara Barat lainnya'.

“Faktanya, itu telah berulang kali menunjukkan kebijaksanaan dan ketenangan politiknya. Terlepas dari perbedaan posisi Selandia Baru dan prioritas kepentingan nasionalnya dengan Australia, komposisi dan status penduduknya di antara kedua negara tersebut juga berbeda," kata mereka.

Laporan itu mengikuti pengumuman Selandia Baru yang akan bertindak sebagai pihak ketiga dalam sengketa perdagangan Australia dengan China.  

Beijing telah memberlakukan berbagai tarif dan pemogokan perdagangan pada produk-produk Australia, termasuk bea 80 persen untuk jelai karena dikatakan Australia membuang produk di sana di bawah biaya, merugikan produsen dalam negeri.  

Pada bulan Desember, Australia membawa perselisihan ke Organisasi Perdagangan Dunia, yang pada hari Jumat (29/5) setuju untuk membentuk panel penyelesaian sengketa.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya