Berita

Petugas medis memeriksa pasien di Rumah Sakit MedPark di Bangkok. Rumah sakit swasta menyuntik ribuan orang selama proyek 'Selamatkan Dokter, Selamatkan Orang, Selamatkan Thailand' yang diadakan pada 13-15 Mei/Net

Dunia

Gelombang Covid-19 Ketiga: Ancam Tingginya Pengangguran Di Thailand

SENIN, 31 MEI 2021 | 15:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Gelombang ketiga Covid-19 Thailand tak hanya membawa jumlah infeksi harian dan kematian ke rekor tertinggi, tetapi hal itu juga mengancam angka pengangguran di negeri itu.

Konfederasi Pengusaha Perdagangan dan Industri Thailand (EconThai) mengatakan, datangnya gelombang ketiga pandemi telah menyebabkan beberapa perusahaan menghindari untuk mempekerjakan karyawan penuh waktu, sementara yang lain mencari cara baru untuk menerapkan pedoman kerja-dari-rumah yang disarankan pemerintah dalam konteks selain perawatan kesehatan.

"Sejak wabah pertama, banyak perusahaan telah mempekerjakan lebih banyak pekerja lepas untuk mengurangi biaya," kata wakil ketua EconThai Tanit Sorat, seperti dikutip dari Bangkok Post, Senin (31/5).


"Jenis pekerjaan ini paling cocok dengan situasinya," katanya.

Pandemi pertama melanda Thailand awal tahun lalu, menyebabkan pemerintah memberlakukan tindakan penguncian luas di seluruh negeri untuk mengekang penyebaran virus.

Langkah-langkah tersebut, termasuk mendorong orang untuk bekerja dari rumah dan memberlakukan jam malam untuk membatasi perjalanan, berhasil mengurangi tingkat infeksi harian, tetapi keberhasilan itu menimbulkan biaya ekonomi yang sangat besar.

Banyak pekerja di-PHK atau bahkan diberhentikan ketika bisnis ditutup saat itu.

Wabah kedua kemudian berkobar di Samut Sakhon, pusat industri utama, pada pertengahan Desember tahun lalu, sementara gelombang ketiga meletus di Bangkok bulan lalu, memberikan pukulan lebih lanjut pada ekonomi yang sudah terguncang.

Pedoman bekerja dari rumah telah dikembalikan, namun sekarang pedoman tersebut dipandang tidak hanya sebagai ukuran untuk memperlambat penularan penyakit, tetapi juga untuk menghemat biaya perusahaan.

"Banyak perusahaan ingin karyawannya bekerja di rumah lebih lama untuk menghemat uang sewa kantor serta tagihan air dan listrik," kata Tanit.

Namun dia mengingatkan, hal ini dapat mempersulit para pencari kerja untuk bekerja di perusahaan pilihan mereka.

Lebih dari 100.000 orang kehilangan pekerjaan atau diskors selama gelombang kedua, menyusul penutupan lebih dari 6.000 bisnis di 28 provinsi zona merah, menurut laporan dari Kementerian Tenaga Kerja Thailand pada Januari 2021. 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya