Berita

Poser xi jinping dan putin di demo anti-As di Ethiopia. Minggu 30 Mei 2021/Net

Dunia

Poster Besar Xi Jinping Dan Vladimir Putin Hadir Di Antara Ribuan Pengunjuk Rasa Anti-AS Di Ethiopia

SENIN, 31 MEI 2021 | 13:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lebih dari 10.000 orang di Ethiopia ikut ambil bagian dalam alsi unjuk rasa anti-AS di ibu kota Addis Abbaba, mengecam kebijakan Presiden Joe Biden tentang konflik di wilayah utara negara itu, Tigray pada Minggu (30/5) waktu setempat.

Mereka menuding Pemerintah AS terlalu ikut campur dalam konflik yang sekarang memasuki bulan ketujuh.

"Saya keluar hari ini untuk menentang gagasan negara asing yang mencoba mencampuri urusan dalam negeri kami dan mengasuh kami. Kami adalah negara yang berdaulat," kata demonstran bernama Abera Tesfaye, seperti dikutip dari Africa News, Senin (31/5).


"Sebagai negara berdaulat, rakyat kami dan pemerintah kami yang memutuskan untuk negara kami," tambahnya.

Unjuk rasa, dan yang lebih kecil di tempat lain di Ethiopia, diselenggarakan oleh Kementerian Wanita, Anak-anak dan Pemuda di bawah panji "Suara kami untuk kebebasan dan kedaulatan".

Pejabat kementerian sebelumnya memperkirakan bahwa lebih dari satu juta akan hadir secara nasional, dengan 100.000 di Addis Ababa saja. Tidak ada angka partisipasi yang segera tersedia.

"Amerika dan rekan-rekannya, tanpa memahami cara-cara pasukan TPLF dan tindakan bencana, mereka mencampuri urusan dalam negeri kita dengan memberlakukan sanksi perjalanan dan prasyarat yang sama sekali tidak dapat diterima," kata Walikota Addis Ababa Adanech Abebe.

"Mereka harus berhenti dan berpikir tentang masalah ini untuk memperbaikinya," katanya.

Pada November, Perdana Menteri Abiy Ahmed mengirim pasukan untuk menghadapi para pemimpin partai yang berkuasa di Tigray, menuduh mereka melakukan serangan di kamp-kamp militer federal.

Ribuan orang tewas, sebagian besar warga sipil, dan puluhan ribu lainnya meninggalkan wilayah itu.

Meskipun dia bersumpah konflik akan berlangsung singkat, pertempuran berlanjut lebih dari enam bulan kemudian, dan para pemimpin dunia memperingatkan potensi bencana kemanusiaan di wilayah utara.

Pasukan Eritrea, yang bekerja sama dengan militer Ethiopia, telah terlibat dalam berbagai pembantaian dan kekejaman lainnya selama konflik Tigray, tuduhan yang dibantah Asmara.

Baik TPLF dan pasukan Eritrea telah dituduh oleh kelompok hak asasi manusia melakukan kejahatan terhadap warga sipil, termasuk pembunuhan massal dan pemerkosaan.

Biden, di antara para pemimpin dunia lainnya, telah menuntut penarikan pasukan Eritrea dan pelanggaran hak asasi dihentikan, di saat kelompok bantuan mendorong akses yang lebih besar ke wilayah tersebut.

Kesempatan turun ke jalan juga dimanfaatkan orang-orang untuk menunjukkan dukungan mereka untuk Rusia dan China. Bahkan ada di antara mereka yang membawa poster raksasa bergambar Xi Jinping dan Vladimir Putin.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya