Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi Ajak Pemimpin Dunia Hindari Proteksionisme Berkedok Isu Lingkungan

SENIN, 31 MEI 2021 | 11:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Parameter pro lingkungan harus jelas serta dijalankan secara jujur dan transparan. Dengan dasar tersebut, Persiden Joko Widodo mengajak negara-negara di dunia bekerja sama untuk memastikan tercapainya pembangunan hijau di tataran global.

"Kita harus menghindari proteksionisme yang berkedok isu lingkungan,” ujarnya saat berpidato dalam Konferensi Tingkat Tinggi Partnering for Green Growth and the Global Goals 2030 Summit (KTT P4G) yang digelar di Korea Selatan, Minggu (31/5).

Pidato ini ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Presiden pada hari ini, Senin (31/5).


Presiden Joko Widodo menekankan bahwa syarat fundamental untuk kesuksesan ekonomi hijau adalah kerja sama dan upaya untuk menyelesaikan masalah bersama, khususnya di tengah pemulihan pandemi virus corona.

Dalam kesempatan ini, Jokowi juga mendorong agar enabling environment diwujudkan demi menciptakan sinergi antara investasi dan penciptaan lapangan kerja dengan pembangunan hijau.

Jokowi mengurai, pembangunan rendah karbon telah diterapkan di Indonesia. Bahkan menjadi bagian tak terpisahkan dari rencana pembangunan jangka menengah nasional.

"Indonesia juga telah meluncurkan UU Cipta Kerja sebagai wujud komitmen Indonesia untuk memastikan agar kemajuan ekonomi dan sosial masyarakat tidak merugikan lingkungan," ujarnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya