Berita

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri/Repro

Politik

Megawati: Yang Enggak Mau Jadi Petugas Partai, Out!

MINGGU, 30 MEI 2021 | 20:38 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tidak ada ruang pembelotan bagi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Kader partai yang sudah diberi tugas harus senapas dengan dewan pimpinan pusat.

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri bahkan menegaskan kepada petugas partai untuk mundur jika tak mau manut arahan pimpinan.

"Kalau enggak mau jadi petugas partai, saya enggak ngomong lagi anggota partai, petugas partai. Artinya yang diberi tugas oleh partai, out! Begitu aja, mundur," tegas Megawati Soekarnoputri yang disiarkan di kanal YouTube PDIP, Minggu (30/5).


"Saya cerita ada kasus, saya pecat. Nah baru dah, gelimpangan enggak jelas," imbuh Mega menegaskan.

Ia pun menceritakan ada petugas partai yang dipecat karena berkhianat. Tanpa menjelaskan identitas kader yang dimaksud, Mega berujar kader tersebut meminta untuk kembali bergabung dengan PDIP namun ditolak.

"Nangis-nangis minta dikembalikan bla bla bla. Hei itu apa? Terang berkhianat sama partai ya out. Mau mundur apa out, gitu wae. Jangan sampai deh masa-masa sekarang ini ada yang seperti gitu lho," lanjut Presiden kelima RI ini.

Mega yakin PDIP akan menjadi partai pemenang, meski keyakinan tersebut akan ditanggapi beragam oleh publik.

"Nah jadi kan, kita ini kan mau menang. Kita mau jadi partai pelopor. Bisa apa tidak, bisa. Kalau saya ngomong gini, kan mungkin aja ada yang mencibir. Ya terserah aja," tutup Megawati.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya