Berita

Ekonom senior Rizal Ramli/RMOL

Politik

Sedih Lihat Nasib Garuda, Rizal Ramli Yakin Maskapai Plat Merah Itu Masih Bisa Diselamatkan

MINGGU, 30 MEI 2021 | 16:57 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kondisi PT Garuda Indonesia Tbk yang sedang terlilit utang hingga kabarnya mencapai Rp 70 T mendapat perhatian ekonom senior Rizal Ramli.

Maskapai plat merah itu pun kini telah melakukan penyesuaian aspek supply dan demand dan menawarkan pensiun dini kepada karyawannya.

Berdasarkan rekam jejak, Rizal Ramli pernah menyelamatkan Garuda Indonesia dari kebangkrutan di tahun 2000. Saat itu, Garuda terlilit utang hingga 1,8 miliar dolar AS.


"Sedih lihat nasib Garuda saat ini RR pernah selamatkan Garuda tahun 2000," kata Rizal Ramli dikutip dari akun Twitternya, Minggu (30/5).

Kala itu, mantan Menteri Koordinator Perekonomian dan Industri era Presiden Gus Dur ini memberi sikap tegas kepada konsorsium bank Eropa yang memberi pinjaman kepada Garuda.

Pemerintah, saat itu mengancam konsorsium bank ke pengadilan karena pesawat yang dibeli Garuda merupakan hasil penggelembungan atau mark up. Hasilnya, konsorsium bank meminta damai dan terkuak bahwa kondisi Garuda tak akan jadi masalah jika tidak ada praktik mark up dalam pembelian pesawat.

Dengan pengalaman segudang itu, RR pun meyakini kondisi Garuda saat ini masih bisa diselamatkan.

"Bisa ndak sekarang diselamatkan lagi? Bisa! Tapi tidak pakai cara-cara konvensional," tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya