Berita

Dr. Rizal Ramli/RMOL

Politik

Berkaca Pada Semangat Tokoh Kemerdekaan, RR: Kalau Pemimpin Memble Bikin Krisis Jadi Lebih Ruwet

SABTU, 29 MEI 2021 | 00:30 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemimpin bangsa terdahulu sangat kuat dalam beritikad dan dalam perbuatannya, sejalan dengan apa yang diniatkan dan dikatakan. Karena itu, pemimpin bangsa dewasa ini sedianya melakukan hal serupa.

Begitu disampaikan tokoh nasional, Dr. Rizal Ramli saat menjadi pembicara kunci dalam acara “113 Tahun Kebangkitan Nasional” yang digelar di Gedung Joang, Menteng Raya 31, Jakarta Pusat, Jumat (28/5).

"Tokoh-tokoh kemerdekaan kita dulu sangat kuat menyatukan niat kata dan tindakan ingin Indonesia merdeka. Kita semua harus di satukan kata niat dan tindakan," kata Rizal Ramli.


Di tengah situasi krisis seperti sekarang ini, kepemimpinan diuji. Menurut Rizal Ramli, pemimpin yang tangguh akan mampu mengatasi krisis dan menciptakan peluang dalam gempuran krisis. Akan berbeda menurutnya dengan pemimpin yang payah alias 'memble'.

"Pemimpin memble akan membuat krisis justru menjadi lebih ruwet dan lama," kata Menteri Perekonomian era Presiden Gus Dur ini.

Selaras dengan itu, RR, begitu sapaan karib Rizal Ramli, mengajak semua pihak termasuk para aktivis Pro Demokrasi (ProDem) untuk mengembalikan kejayaan Indonesia.

"Mari kita rebut kejayaan dan keadilan untuk bangsa kita. Insyaallah dengan izin Tuhan, kita akan diberikan jalan dan Kun Fayakun dengan izin Tuhan semua akan terjadi," tandasnya.

Turut hadir sejumlah aktivis dan tokoh nasional dalam acara pidato RR bertema "113 Tahun Kebangkitan Nasional” tersebut. Antara lain; mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jumhur Hidayat, aktivis 98' Ubedilah Badrun.

Kemudian Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur Adhie Massardi, Ketua Jaringan Aktivis ProDem Iwan Sumule dan masih banyak tokoh serta aktivis nasional lainnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya