Berita

Pejabat milisi Unit Mobilisasi Populer (PMU), Qasim Muslih

Dunia

Diduga Terlibat Pembunuhan Aktivis, Irak Tangkap Pejabat Senior Milisi Syiah Qasim Muslih

KAMIS, 27 MEI 2021 | 17:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasukan keamanan Irak menangkap Qasim Muslih, seorang pejabat senior di milisi Unit Mobilisasi Populer (PMU) yang didukung Iran, karena dicurigai mengatur pembunuhan seorang aktivis pro-demokrasi terkemuka pada Rabu (26/5) pagi waktu setempat.

Muslih ditangkap di Baghdad karena diduga terlibat dalam beberapa serangan termasuk serangan baru-baru ini di pangkalan udara Ain al-Asad, yang menampung pasukan AS dan internasional lainnya, kata dua sumber keamanan yang mengetahui langsung tentang penangkapan tersebut kepada Reuters.

"Saat fajar di Baghdad, intelijen polisi menangkap Qasim Muslih, Unit Mobilisasi Populer, (dikenal sebagai Hashd al-Shaabi dalam bahasa Arab,) kepala operasi provinsi Anbar, yang memberi perintah untuk membunuh Ehab al-Wazni pada 9 Mei dan aktivis lainnya Fahim al-Taie pada Desember 2019," kata sumber keamanan itu.


"Kami awalnya memiliki petunjuk tentang pelaku pembunuhan dan verifikasi memungkinkan kami untuk mengidentifikasi dengan pasti orang yang berada di balik operasi kriminal ini," tambah sumber itu.

Tepat setelah penangkapan Muslih, pasukan keamanan melarang masuk ke Zona Hijau dengan keamanan tinggi di jantung ibu kota karena kekhawatiran akan pembalasan.

PMU dengan cepat mengeluarkan pernyataan bersumpah MuslIh "akan dibebaskan dalam beberapa jam mendatang."

Muslih adalah kepala milisi PMU di provinsi Anbar. PMU adalah sekelompok milisi Syiah yang sebagian besar didukung oleh negara tetangga Iran, yang dianggap Amerika Serikat sebagai ancaman terbesar bagi keamanan di Timur Tengah.

Dia adalah pejabat tinggi pertama di kelompok berkuasa yang ditangkap terkait gelombang pembunuhan aktivis dan jurnalis pro-demokrasi yang dimulai pada 2019.

Pembunuhan, percobaan pembunuhan, dan penculikan telah menargetkan lebih dari 70 aktivis sejak gerakan protes meletus melawan korupsi dan ketidakmampuan pemerintah pada 2019.

Pihak berwenang secara konsisten gagal untuk secara terbuka mengidentifikasi atau menuntut para pelaku pembunuhan, yang belum diklaim.

Aktivis telah berulang kali menyalahkan kelompok bersenjata yang terkait dengan Iran dan yakin pelakunya diketahui oleh pasukan keamanan tetapi belum ditangkap karena takut pada Iran, meskipun pemerintah berjanji untuk bertindak.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya