Berita

Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu dlam acara wawancara bersama PBS /Net

Dunia

Menlu Joseph Wu: China Gunakan Taiwan Sebagai Kambing Hitam Untuk Tutupi Kegagalan Dalam Negeri Mereka

KAMIS, 27 MEI 2021 | 14:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu dalam pernyataan terbarunya mengatakan bahwa China saat ini sedang mempersiapkan perang melawan Taiwan  untuk mengalihkan perhatian penduduk mereka dari masalah yang terjadi di dalam negeri mereka.

Hal itu terungkap saat Wu melakukan wawancara bersama PBS dalam podcast mereka yang disiarkan pada Rabu (26/5).

Dalam acara tersebut, Wu menunjukkan bahwa tahun lalu Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) melakukan sekitar 2.900 serangan mendadak di dekat Taiwan, dan banyak di antaranya melintasi garis median Selat Taiwan.


Wu mengklaim Beijing menggunakan Taiwan sebagai kambing hitam untuk mengalihkan perhatian dari kegagalan domestiknya sendiri, itulah sebabnya mengapa mereka meningkatkan operasi militernya di daerah tersebut.

“Beijing juga mencoba untuk ‘memeras’ Taiwan dari organisasi internasional dan memblokirnya untuk mendapatkan pengakuan internasional,” ujarnya, seperti dikutip dari Taiwan News, Kamis (27/5).

Menteri luar negeri juga mengatakan China terlibat dalam perang kognitif, menggunakan serangan siber dan disinformasi untuk mengganggu proses demokrasi Taiwan dengan mencoba menimbulkan ketegangan antara pemerintah dan publik atau menciptakan ketidakpercayaan antara Taipei dan Washington.

Ketika ditanya apakah Taiwan semakin baik dalam mempertahankan diri, Wu mengatakan kemampuan pertahanan negara itu meningkat, tetapi dia mengakui kesenjangan yang besar dalam kekuatan militer antara Taiwan dan China.

“Oleh karena itu, kami menilai jenis situasi yang kami perlukan dan berusaha mempersiapkan diri untuk itu,” katanya.

“Kami memahami tanggung jawab kami sendiri sebagai negara garis depan yang menjaga dari perluasan otoritarianisme,” tambahnya.

Mengenai hubungan strategis Taiwan-AS, Wu mengatakan bahwa tingkat pertukaran bilateral dalam masalah militer dan pertahanan belum pernah terjadi sebelumnya. AS semakin serius dengan situasi di Selat Taiwan, klaimnya.

Wu mencontohkan bahwa baru-baru ini, kapal Angkatan Laut Amerika berpatroli di dekatnya atau berlayar melalui selat setidaknya sebulan sekali. Dia menggambarkan ini sebagai "tekad yang sangat kuat dari Amerika Serikat untuk menunjukkan kehadirannya."

Lebih lanjut, dia mengatakan pemerintahan Biden telah meyakinkan Taiwan bahwa hubungannya telah kuat, memberikan dukungan verbal kepada bangsa, dan mendorong negara-negara yang berpikiran sama seperti Australia dan Korea Selatan serta Jepang dan negara-negara G7 lainnya untuk melakukan hal yang sama.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya