Berita

Para Dukun Peru melakukan ritual untuk meramal hasil Pilpres 2021/Net

Dunia

Dukun Peru Ramalkan Pedro Castillo Unggul Di Pilpres 2021: Kami Melihat Seorang Pria Yang Jadi Presiden

KAMIS, 27 MEI 2021 | 11:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jelang pemilihan presiden putaran kedua, masyarakat Peru menanti dengan antutias siapa gerangan yang akan unggul. Dukun-dukun di Peru bahkan berupaya mempresiksi pemenang dengan melakukan ritual.

Walter Alarcón, seorang dukun adat, yang menggunakan mainan kerincingan dan meniup alat musik tradisional pututo --atau biasa disebut caracola-- sebagai bagian dari ramalannya, mengatakan bahwa dari dua kandidat yang mencalonkan diri dalam pemungutan suara pada Minggu (6/6), yang terlihat unggul adalah salah satunya yang berjenis kelamin laki-laki.

"Kami telah meihatnya. Yang akan menjadi presiden adalah yang laki-laki," katanya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (27/5).


Peru, sebuah negara di Amerika Selatan bagian barat yang berbatasan dengan Ekuador dan Kolombia ini tengah menyelenggarakan pemilihan presiden. Putaran pertama telah berlangsung  11 April 2021.

Delapan belas kandidat berpartisipasi dalam pemilihan presiden kali ini, jumlah kandidat tertinggi sejak pemilihan umum Peru 2006.

Aroma dupa memenuhi lereng bukit berbatu di Lima.

Walter Alarcón dengan pakaian warna-warni terus mencoba membaca ramalannya, dari dua kandidat yang melaju di putaran kedua, yaitu sosialis Pedro Castillo dan konservatif Keiko Fujimori.
Pedro Castillo, anggota partai sayap kiri Peru, menerima suara terbanyak pada putaran pertama. Dengan demikian, dia akan bertarung melawan Keiko Fujimori , pemimpin Pasukan Populer sayap kanan, yang sebelumnya kalah tipis dalam pemilihan umum 2011 dan 2016 .

Jika Castillo terpilih, dia akan bergabung dengan serangkaian pemimpin yang telah merevitalisasi  'gelombang merah muda'. Namun, jika Fujimori menang, dia akan menjadi presiden perempuan pertama Peru dan yang kedua dari keturunan Asia Timur, setelah ayahnya, Alberto Fujimori, yang dipenjara karena pelanggaran HAM.

Para dukun masing-masing memiliki foto para kandidat yang diletakkan di dekat dupa, sehingga asap mengenai foto-foto itu. Mainan kerincingan diguncangkan hingga menimbulkan alunan seperti musik khas. Yang lain melemparkan kelopak bunga atau menyodok foto dengan pedang logam.

"Saya telah melihat bahwa Keiko (Fujimori) adalah orang yang akan mencapai pemerintah dan jika dia akan datang, kami harus membuatnya melakukan hal-hal dengan cara terbaik dan itulah mengapa kami di sini memberikan persembahan," kata salah seorang dukun lainnya, Ana María Simeón.

Sementara Juan de Dios, seorang dukun dari utara Peru, benteng untuk Castillo, mengatakan dia sepenuhnya mendukung kandidat sosialis.

"Kami datang dengan dupa dengan empat elemen," kata Juan de Dios.

"Kami datang untuk membangkitkan Tuan Pedro Castillo karena banyak orang tidak ingin melihatnya atau tidak ingin dia memerintah Peru. Kami datang untuk memperkuatnya dengan angin yang bagus," kataya lagi.

Berbeda dengan Walter Alarcón,  Juan de Dois mengadakan ritual dengan menggunakan tanaman Wachuma, yang menurutnya sering disebut kaktus San Pedro dan digunakan dalam pengobatan tradisional Andes.

"Itu adalah tanaman suci dan melalui visualisasi kami, kami dapat melihat bahwa seorang pria akan menjadi presiden Peru pada 6 Juni," katanya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya