Berita

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Ist

Politik

Jika Memang Didukung Rakyat, Peluang Ganjar Dapat Tiket Capres Dari PDIP Cukup Besar

KAMIS, 27 MEI 2021 | 11:13 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sepekan ini suhu di internal PDI Perjuangan lebih panas dari biasanya. Penyebabnya, ada gesekan antara putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Kedua kader partai banteng yang namanya tengah bersinar itu bersitegang karena Ganjar dinilai terlalu berambisi maju di Pilpres 2024.

Apalagi hasil sejumlah lembaga survei kerap menempatkan elektabilitas Ganjar di peringkat atas, bersama Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.


Sementara Puan memiliki kans besar untuk memperoleh tiket pencapresan dari PDIP dengan modal sebagai pewaris trah Soekarno.

Panasnya internal PDIP menarik perhtian pengamat politik dari UIN Syarief Hidayatullah, Andi Syafrani. Ia menilai, meskipun terbilang berat dan sarat hambatan, Megawati berpeluang untuk menyerahkan tiket pencapresan kepada Ganjar.

Sebab Andi melihat, bisa saja ada tafsir bahwa konflik internal PDIP itu bukan yang sebenarnya. Melainkan hanya sandiwara atau kamuflase demi menaikkan citra Ganjar Pranowo yang elektabilitasnya makin moncer.

Dengan demikian akan timbul kesan Ganjar dizalimi seperti Susilo Bambang Yudhoyono dulu, sehingga mendapatkan simpati publik untuk memenangkan Pilpres 2024.

“Tapi apapun itu, hal ini menunjukkan dinamika internal PDIP yang bagus, karena mulai muncul kompetisi internal untuk 2024," kata Andi kepada wartawan, Rabu (26/5).

"Harus diingat bahwa PDIP adalah parpol yang sudah pernah melampaui masalah internal ini dengan mengusung Jokowi sebagai capres di Pilpres 2014,” sambungnya, dikutip Kantor Berita RMOLJakarta.

Padahal Jokowi bukan siapa-siapa di elite PDIP, apalagi trah Soekarno. Tapi Jokowi bisa diterima sebagai Capres.

“Jadi, peluang Ganjar sangat terbuka jika memang dia didukung rakyat melalui hasil survei,” demikian Andi.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya