Berita

Masyarakat gelar aksi protes terhadap kudeta militer di Yangon, Myanmar pada Februari 2021/Net

Dunia

28 Pelaku Pembakaran Perusahaan Milik China Di Myanmar Divonis 20 Tahun Penjara

KAMIS, 27 MEI 2021 | 07:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pengadilan militer Myanmar akhirnya menghukum 28 orang pelaku pembakaran perusahaan yang diinvestasikan China di Yangon, menurut laporan media penyiaran pemerintah China Central Television (CCTV) Rabu (26/5).

Pada persidangan yang berlangsung Senin (23/5), 28 terdakwa itu divonis dengan 20 tahun penjara dan kerja paksa.

"Delapan belas dari 28 tersangka masih buron dan dicari oleh pengadilan militer," kata laporan itu, seperti dikutip dari Global Times.


Sebanyak 32 pabrik milik investor China telah dirusak dalam serangan di Yangon, di tengah aksi unjuk rasa kudeta Myanmar. Kerugian properti mencapai 240 juta yuan atau setara 36,89 juta dolar AS.

Kedutaan Besar China di Myanmar mengkonfirmasi pengrusakan dan pembakaran pabrik-pabrik China terjadi pada 14 Maret di tengah aksi kerusuhan. Dua karyawan China terluka dalam serangan itu, namun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya