Berita

Presidium Riset dan Teknologi PP PMKRI, Alvin Aha/RMOL

Politik

Data 279 Juta Penduduk Bocor, PMKRI: Keamanan Data Jadi PR Serius Kominfo

KAMIS, 27 MEI 2021 | 01:54 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Kasus dugaan kebocoran data 279 juta penduduk Indonesia mendapatkan kritikan dari banyak kalangan.

Presidium Riset dan Teknologi Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Alvin Aha menyayangkan kejadian kebocoran data BPJS kesehatan terkait data 279 juta penduduk Indonesia.

PP PMKRI, ditegaskan Alvin meminta kepada pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus kebocoran data BPJS.


Alvin mengaku menyayangkan kinerja Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam pengamanan data warga Indonesia.

Ia pun mempertanyakan kinerja Kominfo dalam mengamankan data warga negaranya. Masalah kebocoran data itu harus menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah/  

"Kenapa data BPJS kesehatan 279 juta pengguna BPJS bisa bocor? Angka yang sangat besar dan memalukan bagi Indonesia ditengah penguatan kapasitas jaringan dan kemajuan teknologi harusnya Kominfo bisa menjadi lembaga negara yang menjamin keamanan data warganya," demikian kata Alvin, Rabu (26/5).

PMKRI menilai, Kominfo belum serius menangani kasus kebocoran data yang ada di Indonesia selama ini.

Akibatnya, berdampak fatal terhadap data pribadi warga karena kebocoran data tersebut.

Apalgi data itu mencakup nomor kartu tanda penduduk (KTP), nomor telepon, gaji, alamat email dan foto pribadi.

Catatan Alvin, insiden seperti ini sudah pernah terjadi dan harusnya menjadi evaluasi bersama bagi Kominfo untuk pengamanan terhadap data-data warga Indonesia.

Sebelum kasus kebocoran data yang diperoleh dari data BPJS kesehatan, beberapa kasus data di Indonesia juga terkuak dari pengguna Tokopedia yang terjadi pada bulan Mei 2020 lalu.

Kemudian, pada bulan Agustus 2020, firma keamanan siber asal Amerika serikat menyebut bahwa data pribadi milik 890.000 nasabah kredit plus bocor dan dijual di situs gelap.

Lalu pada bulan November 2020, terungkap adanya 5,8 juta data pengguna RedDoorz yang dijual seharga 2.000 dollar AS di Raid forums.

"Atas kebocoran data yang menimpa pengguna BPJS kesehatan, PMKRI juga mendorong pemerintah dan DPR untuk segera mengesahkan RUU perlindungan data pribadi sebagai upaya perlindungan bagi masyarakat media sosial dan teknologi digital," tutup Alvin.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Kasus Video CCTV Restoran, Nabilah O’Brien Siap Hadiri RDPU Komisi III DPR

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:16

Indeks Utama Wall Street Berguguran Saat Perang Diprediksi Berlangsung Lama

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:03

Ketegangan Timur Tengah Bayangi Pasar Saham, Ini Sektor yang Paling Terdampak

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:49

Bursa Eropa Terguncang: Harga Energi Melonjak, Saham Berguguran

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:38

Putin Diduga Bantu Iran Bidik Aset Militer AS di Timur Tengah

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:21

Menkeu Berencana Tambah Penempatan Dana Rp100 Triliun ke Perbankan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:03

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bedah Pemikiran Islam Bung Karno: Posisi RI di Board of Peace Jadi Sorotan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:32

Roy Suryo Cs Berpeluang Besar Lolos dari Jerat Hukum

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:19

Kalam Kiai Madura

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:13

Selengkapnya