Berita

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra/RMOL

Politik

Modal Minus Hingga Rp 41 Triliun, Dirut Garuda Mengaku Salah

RABU, 26 MEI 2021 | 19:37 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Beban utang PT Garuda Indonesia akibat pandemi Covid-19 membuat modal perusahaan minus hingga mencapai Rp 41 triliun.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra tidak ingin karyawannya menyalahkan pemerintah karena kondisi perusahaannya yang tekor akibat terlilit utang hingga Rp 70 triliun hingga Mei ini, dan akan bertambah setiap bulannya hingga lebih dari Rp 1 triliun.

"Kalau sampai hari ini kita masih bertahan, teman-teman harus menyadari bahwa setiap bulan ada lebih dari Rp 1 triliun kewajiban Garuda yang dibayarkan kepada pihak-pihak di luar Garuda," ujar Irfan kepada wartawan, Rabu (26/5).


Pengungkapan kondisi keuangan Garuda ini, diakui Irfan coba dihindarinya selama beberapa bulan di tahun 2021. Karena dia masih optimis kondisi penerbangan masih bisa membaik pada tahun ini.

"Tapi menjadi tidak bisa dihindari karena kewajiban saya dan dewan direksi untuk memastikan bahwa Garuda bisa berlangsung terus. Sejarah 72 tahun ini menjadi taruhan," tuturnya.

Pasang surut dan pengembangan perusahaan penerbangan plat merah selama puluhan tahun, dipertegas Irfan, tidak boleh disia-siakan. Sehingga, dia mengajak semua karyawannya untuk berlaku bijak kepada pemerintah.

Justru, dirinya menyatakan bahwa orang yang paling bertanggung jawab atas kondisi perusahaan yang katanya sudah diprediksi tekor parah pada bulan Mei ini.

"Mudah sekali kalau anda ingin mencari siapa yang salah. Tapi saya tidak menganjurkan anda menyalahkan pemerintah, menyalahkan pemegang saham, menyalahkan komisaris atau siapa pun atasan anda," ungkapnya.

"Yang kira-kira paling pantas untuk disalahkan adalah saya. Saya ini ditunjuk, dibayar dan memperoleh semua glory sebagai seorang dirut dan fasilitas semuanya. Kalau anda menganggap ini sebuah kesalahan, tolong, ini adalah salah saya," demikian Irfan Setiaputra.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Sidang 6 Agustus Bukan Kemenangan yang Dianulir

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:05

Jakarta Libatkan Kawasan Aglomerasi dalam Lestarikan Budaya Betawi

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:01

Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Bisa Dimulai dari Pasar Tradisional

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:44

Timnas Garuda Bidik Tiga Poin dari Timor Leste

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:17

Hariman hingga Bursah Zarnubi Ramaikan Peluncuran Enam Buku Isti Nugroho

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:00

Wakapolri-Wamenhut Konsolidasi Hadapi El Nino dan Karhutla

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:23

Pembunuh Perempuan di Kamar Kos di Grogol Petamburan Dibekuk

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:13

Fahira Idris Sodorkan Tujuh Rekomendasi Bangun Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:02

Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:39

Peluncuran Enam Buku

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:28

Selengkapnya