Berita

Muhaimin Iskandar dinilai lebih pas diduetkan dengan Puan Maharani di Pilpres 2024/Net

Politik

Ketimbang Ganjar, PDIP Lebih Realistis Gandeng Cak Imin Di Pilpres 2024

RABU, 26 MEI 2021 | 16:11 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Polemik yang terjadi antara Puan Maharani dengan Ganjar Pranowo menjadi isyarat, bahwa Gubernur Jawa Tengah itu bukanlah bakal calon presiden yang diinginkan para elite PDI Perjuangan pada Pilpres 2024 mendatang.

Polemik bermula ketika Puan melontarkan sindiran bahwa pemimpin harusnya selalu hadir di lapangan, bukan di medsos (media sosial). Hal itu dikatakan Puan saat pertemuan kader PDIP se-Jateng, di mana Ganjar tidak diundang pada pertemuan itu.

Meskipun tak menyebut nama, publik menafsirkan sindiran tersebut ditujukan kepada Ganjar yang memang sangat aktif di medsos. Dan menurut sejumlah survei, elektabilitasnya paling tinggi di antara beberapa sosok yang potensial maju pada 2024.


Melihat polemik ini, Muhammad Ikhyar memprediksi bahwa para elite PDIP memiliki kandidat lain untuk diusung sebagai Capres/Cawapres 2024. Sehingga posisi Ganjar Pranowo sebagai bacapres saat ini seperti ‘bergantung tak bertali’. Karena PDIP sebagai tempatnya bernaung justru merespons negatif popularitas yang telah ia bangun.

“Ganjar atau tim suksesnya lupa, bahwa menurut UU syarat capres itu ditentukan oleh Parpol. Setinggi apapun elektabilitas dan popularitas seorang tokoh, menjadi sia-sia jika tidak dicalonkan oleh Parpol,” ujar Koordinator Forum Aktivis 98, Muhammad Ikhyar Velayati Harahap di Medan, Selasa (25/5).

Ikhyar menambahkan, kultur politik Parpol di Indonesia masih ditentukan oleh Ketum yang bersangkutan. Sehingga elektabilitas tokoh bukan poin utama.

“Seharusnya mereka paham, bahwa kultur politik di Indonesia, khususnya PDIP, elektabilitas dan popularitas bukan kriteria utama dalam memilih capres, cagub, maupun cabup. Yang paling utama adalah loyalitas terhadap partai, dalam hal ini loyalitas terhadap ketua umum,” sindir Ikhyar, dikutip Kantor Berita RMOLSumut.

Ikhyar melanjutkan, tokoh yang punya elektabilitas tinggi jika tidak melakukan komunikasi politik yang baik dengan elite parpol terutama dengan ketua umumnya, hanya akan sia-sia.

“Peluang Ganjar, Anies, dan Ridwan Kamil kecil untuk jadi Capŕes 2024, walau punya elektabilitas dan popularitas yang tinggi. Justru yang paling berpotensi menjadi Capres/Cawapres 2024 adalah para Ketua Umum Partai. Yaitu Muhaimin Iskandar, Prabowo, Puan Maharani (mewakili Mega), dan AHY,” jelasnya.

Menurut Ikhyar, justru PDIP lebih berpotensi dan realistis menggandeng Muhaimin Iskandar alias Cak Imin untuk dipaketkan dengan Puan Maharani dalam Pilpres 2024.

“Hal ini disebabkan elektabilitas PKB dan Muhaimin Iskandar sudah menggeser Golkar dan Airlangga. Kedua, PDIP dan PKB punya basis massa dan ormas pendukung yang ril dan loyal di akar rumput”, ujarnya.

Selain itu, yang tak kalah penting, PDIP membutuhkan PKB dan NU untuk merawat PBNU (Pancasila, Bhinneka Tunggal IKA, NKRI, UUD 45) di tengah berkembang dan menguatnya intoleransi di Indonesia.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya