Berita

Presiden keempat RI Gus Dur dan Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri/Net

Suluh

Saat Gus Dur Sebut Nama Megawati Jadi Orang Paling Bertanggung Jawab Atas Pencopotannya

RABU, 26 MEI 2021 | 14:25 WIB | OLEH: WIDIAN VEBRIYANTO

Peristiwa lengsernya Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau yang akrab dipanggil Gus Dur masih menyisakan misteri yang belum terungkap gamblang. Terlebih lagi jika video acara Kick Andy yang dipandu Andy F. Noya pada 15 November 2007 diputar kembali.

Saat itu, di acara yang dipancarluaskan salah satu stasiun TV swasta, Gus Dur dengan gamblang menyebut ada dua nama tokoh yang memiliki andil besar dalam pelengseran dirinya.

Jawaban itu disampaikan Gus Dus setelah mendapat pertanyaan langsung dari Andy Noya.


"Upaya mencopot Anda, siapa orang yang paling bertanggung jawab atas pencopotan tersebut, menurut Anda?" tanyanya.

"Dua. Amien Rais dan Megawati," jawab Gus Dur dengan gayanya yang santai.

"Mengapa?" cecar Andy.

"Tanya sana dong, kok tanya saya," sergap Gus Dur.

Jawaban Gus Dur itu hingga kini menyimpan misteri tentang bagaimana sebenarnya kedua aktor yang disebut tersebut melengserkannya.

Senada itu, anak Gus Dur, Yenny Wahid tegas menyatakan bahwa ayahnya lengser karena kudeta yang dilakukan oleh parlemen.

PDI Perjuangan merupakan partai dengan suara mayoritas di parlemen kala itu setelah menang di Pemilu 1999. Megawati juga berambisi tinggi untuk menjabat sebagai presiden. Hanya saja, pemilihan presiden masih menggunakan mekanisme mandatori dari MPR, tidak seperti saat ini yang langsung dipilih oleh rakyat.

“Jadi jelas politis,” kata Yenny kepada media di Peace Village, Sinduharjo, Ngaglik, Senin (6/1/2020).

Dia juga mengurai bahwa penyebab terakhir yang menjadi pemicu Gus Dur dilengserkan adalah pergantian kapolri. DPR memberi ultimatum bahwa kapolri baru harus “nurut” dengan mereka. Jika tidak, maka pemakzulan presiden jadi opsi selanjutnya.

Gus Dur saat itu dikabarkan menghendaki Chaeruddin Ismail sebagai Kapolri. Namun demikian, Megawati beda pilihan dan lebih menginginkan Surojo Bimantoro.

Pernyataan Yenny mendapat pembenaran dari Eks Jurubicara Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Adhie M. Massardi yang menyebut ada konflik antara Gus Dur dengan kalangan elite di Indonesia. Tidak terkecuali dengan wakilnya sendiri kala itu yaitu Megawati Soekarnoputri.

Menurutnya, jika kala itu Megawati sebagai pemilik partai dengan suara terbesar tidak mendorong sidang istimewa untuk melengserkan Gus Dur, maka sidang istimewa itu tidak akan terjadi.

"Faktanya yang menggantikan Gus Dur adalah Megawati," tegas Adhie.

Pada tanggal 23 Juli 2001, sidang istimewa digelar untuk memakzulkan Gus Dur dari kursi presiden, meski tidak diikuti Fraksi PKB dan PDKB. Sidang istimewa juga dilakukan untuk mengangkat Megawati sebagai Presiden ke-5 RI sekaligus memilih Hamzah Haz yang kala itu menjabat Ketum PPP sebagai wakil presiden melalui voting.

Pertanyaan mengenai bagaimana Gus Dur lengser dan digantikan Megawati Soekarnoputri muncul seiring ramainya publik membahas pasangan Prabowo Subianto dan Puan Maharani untuk Pilpres 2024 mendatang.

Pasangan ini konon merupakan pemenuhan perjanjian Batutulis yang gagal diwujudkan pada Pilpres 2014 lalu. Di mana PDIP dan Partai Gerindra disebut sepakat untuk mendorong Prabowo Subianto sebagai presiden setelah kedua partai berkoalisi mendukung pasangan Megawati-Prabowo di Pilpres 2009.

Prabowo Subianto seolah diingatkan untuk menimbang dengan matang calon wakil presiden yang akan dipilih dengan mengingat kembali apa yang terjadi pada Gus Dur. Jangan sampai saat nanti menang di pilpres, Prabowo bernasib sama seperti Gus Dur.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya