Berita

Kantor Statistik Nasional atau Office for National Statistics (ONS)/Net

Dunia

China Gantikan Jerman Sebagai Pasar Impor Terbesar Inggris

RABU, 26 MEI 2021 | 14:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meskipun sering bersitegang dalam beberapa masalah, kerja sama perdagangan antara China dan Inggris ternyata mengalami peningkatan yang cukup tajam. Ini dibuktikan dengan laporan terbaru yang menunjukkan bahwa China telah menggeser posisi Jerman sebagai pasar impor tunggal terbesar Inggris untuk pertama kalinya dalam catatan.

Angka resmi menunjukkan bahwa sebagian besar peningkatan ini didorong oleh permintaan tekstil China yang digunakan untuk bahan masker wajah dan APD.

“Impor barang dari China ke Inggris meningkat 66 persen sejak awal 2018 menjadi 16,9 miliar euro pada kuartal pertama 2021,” kata Kantor Statistik Nasional atau Office for National Statistics (ONS), seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (26/5).


Sementara China mengalami peningkatan, impor dari Jerman turun seperempat selama periode yang sama, menjadi 12,5 miliar. Uni Eropa secara keseluruhan tetap mitra dagang terbesar bagi Inggris.

China adalah ekonomi besar pertama yang pulih dari pandemi dan satu-satunya negara besar yang mencapai pertumbuhan perdagangan global tahun lalu. Impor ke Inggris juga terangkat oleh meningkatnya permintaan barang-barang listrik China selama lockdown.

Jerman sebelumnya merupakan pasar impor Inggris yang paling dominan sejak pencatatan modern dimulai pada tahun 1997, dengan pengecualian enam bulan pada akhir tahun 2000 dan awal tahun 2001, ketika lebih banyak yang diimpor dari AS.

ONS mengatakan impor dari Jerman telah menurun sejak April 2019, bertepatan dengan ketidakpastian Brexit dan tanggal keluar UE sebelumnya. Pandemi Covid-19 juga membebani produksi dan ekspor mobil Jerman ke seluruh dunia. Penjualan Inggris turun pada Januari karena penutupan ruang pamer mobil selama lockdown.

Angka-angka itu juga menunjukkan perdagangan Inggris dengan UE runtuh hampir seperempat pada awal 2021 dibandingkan dengan tiga tahun sebelumnya, karena gangguan Brexit dan Covid-19 melanda ekspor.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya