Berita

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa/Ist

Politik

Menteri Suharso Pimpin Rapat Major Project Destinasi Pariwisata Prioritas

SELASA, 25 MEI 2021 | 18:05 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memimpin rapat multi pihak pembahasan Major Project Destinasi Pariwisata Prioritas dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2022, Selasa (25/5).

Pertemuan tersebut memastikan Major Project Destinasi Pariwisata Prioritas mengembangkan destinasi berkelas dunia dengan diversifikasi dan kualitas daya tarik (atraksi), kualitas aksesibilitas dan amenitas, sumber daya manusia yang terampil, daya dukung lingkungan yang berkelanjutan, serta tata kelola destinasi yang profesional, hingga peningkatan lapangan kerja serta pendapatan dan usaha pariwisata berbasis masyarakat.

"Mengenai Major Project Destinasi Pariwisata Prioritas dengan leading sektor Kementerian Pariwisata, kita juga melibatkan semua kementerian yang turut serta dalam prioritas nasional ini dan memastikan ketersediaan anggaran, pun semua mengalami penurunan alokasi akibat refocusing, tapi kita ingin melihat peluang untuk pergeseran, akan kita satukan. Kami berharap ada masukan dari kementerian, kami ingin realisasinya seusai dengan target anggaran 2022," tegas Menteri Suharso.


Dalam keterangan Biro Humas Kementerian PPN, rapat juga dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus H. Purnomo, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto.

Ada juga, Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara Susyanto, Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Antam Novambar, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto, Staf Ahli Bidang Peningkatan Daya Saing Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal Heldy S. Putera, serta perwakilan Kementerian Keuangan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 mengamanatkan perubahan menjadi pariwisata berkualitas atau quality tourism dengan sasaran peningkatan nilai tambah sektor pariwisata, devisa pariwisata, kesiapan destinasi, daya saing industri, partisipasi masyarakat, serta kualitas SDM pariwisata.

Major Project Destinasi Pariwisata Prioritas mengintegrasikan perencanaan dan penganggaran pembangunan di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas yaitu Danau Toba, Borobudur dan sekitarnya, Lombok-Mandalika, Labuan Bajo, Manado-Likupang, Wakatobi, Raja Ampat, Bromo-Tengger-Semeru, Bangka Belitung, dan Morotai yang diharapkan mendorong pemulihan ekonomi, khususnya di sektor pariwisata.

Difasilitasi dengan penyusunan Rencana Induk Destinasi Prioritas Nasional 2020-2024 yang dikoordinasikan Kementerian PPN/Bappenas melalui Program Pengembangan Pariwisata Terintegrasi dan Berkelanjutan (P3TB), Pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dibidik mampu meningkatkan nilai tambah melalui devisa pariwisata sebesar 10,6 sampai 11,3 miliar dolar AS, penyerapan tenaga kerja pariwisata mencapai 14,7 juta orang, peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara menjadi 8,5-10,5 juta orang, dan kontribusi penciptaan nilai tambah (PDB) 4,3 persen di 2022.

Rapat multi pihak pembahasan Major Project Destinasi Pariwisata Prioritas menyepakati harmonisasi perencanaan kepariwisataan di berbagai kementerian/lembaga serta pemerintah daerah, pengaturan tata ruang, peningkatan infrastruktur dan daya dukung lingkungan, peningkatan kualitas SDM pariwisata, pemberdayaan masyarakat untuk mendapat manfaat dari pengembangan pariwisata, serta peningkatan investasi di sektor pariwisata Indonesia yang juga didukung BUMN serta swasta.

Rapat juga memastikan komitmen kementerian/lembaga untuk mendukung rintisan destinasi, pembangunan jalan, bandara dan pelabuhan pendukung aksesibilitas, pembangunan desa wisata dan usaha-usaha pariwisata berbasis masyarakat, pembangunan amenitas kawasan pariwisata, pemetaan potensi dan pengawalan realisasi investasi, pemanfaatan teknologi, hingga pengelolaan lingkungan dan pembangunan kawasan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya