Berita

Dokter Yantoko, SpBP, RE, partnership Smile Train Indonesia, Donny Eryasta, Head of Public Policy for Southeast Asia and South Asia Snackvideo, dan . Deasy Larasati - Country Manager Smile Train Indonesia/Ist

Nusantara

Aksi 'Senyummu Sedekahmu' Kumpulkan Rp 1,5 Miliar Untuk Bantu Operasi Anak Dengan Bibir Sumbing

SELASA, 25 MEI 2021 | 17:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Smile Train Indonesia dan Snack Video dengan gembira berbagi kabar tentang kondisi terbaru pasien bibir sumbing yang telah mendapat dukungan dalam program #senyummuSedekahmu pada Ramadhan lalu.  

Deasy Larasati, Country Manager Smile Train Indonesia, mengatakan, saat ini kondisi mereka sangat baik dan jauh lebih sehat dibandingkan sebelum menjalani operasi.

"Saya pribadi beserta tim juga dokter Smile Train Indonesia yang saat ini berkesempatan untuk bertemu langsung dengan bapak-ibu yang anak-anaknya yang kemarin telah kita dukung, sangat berbahagia melihat putra-putrinya bisa tersenyum ceria setelah operasi yang kita lakukan," kata Deasy dalam sambutannya di acara media gathering, Selasa (25/5) yang dilakukan secara hybrid yaitu dengan daring dan luring.  


Deasy menjelaskan, sepanjang Ramadhan lalu, Smile Train Indonesia dan Snack Video mengadakan program program donasi bertajuk #SenyummuSedekahmu. Dalam program ini, Snack Video melalui Smile Train Indonesia mengajak pengguna aplikasi untuk membagikan video disertai hashtag #SenyummuSedekahmu untuk berdonasi sebesar Rp1.000/video yang diunggah.

Smile Train Indonesian adalah badan amal internasional untuk anak-anak yang menderita bibir sumbing dan cela langit, memberikan operasi perbaikan sumbing 100 persen gratis serta perawatan sumbing komprehensif kepada anak-anak di lebih dari 85 negara.

"Sejak tahun 2002, Smile Train yang ada di Indonesia sampai sekarang sudah mengoperasi hampir 95.000 anak sumbing. Jadi, 95.000 senyum baru sudah tercipta untuk anak-anak Indonesia. Dan Smile Train akan terus melanjutkan dedikasi bantuan dan tentunya dengan didukung oleh para dermawan dan donatur. Dalam kesempatan yang berbaik ini juga telah hadir dari Snack Video untuk anak-anak Indonesia," kata Deasy, yang mengaku stiap kali melihat anak menderita bibir sumbing hatinya kerap trenyuh.

Hadir dalam acara itu anak-anak balita pasien bibir sumbing yang didampingi oleh kedua orangtuanya, Para balita itu telah selesai melewati proses operasi dan masa penyembuhan bersama kedua orangtuanya. Nampak keceriaan di wajah mereka yang kini bisa tertawa dan berbicara seperti anak-anak lainnya.

Donny Eryasta, Head of Public Policy for Southeast Asia and South Asia Snackvideo, mengatakan kelegaan dan kegembiraanya atas rampungnya program #SenyummuSedekahmu yang mencapai 1,5 miliar rupiah.

"Hanya dengan mengunggah video dengan #SenyummuSedekahmu, maka kita semua bisa ikut berdonasi untuk mereka yang membutuhkan," katanya. Menambahkan bahwa program video #SenyummuSedekahmu memiliki impactnya sangat besar terhadap ratusan bayi penderita bibir sumbing.

"Dari setiap video yang diunggah, kami donasikan Rp1.000/video untuk anak-anak dengan bibir sumbing. Dan semoga dalam kesempatan yang berbahagia ini,  tidak hanya berakhir di sini saja. Kita akan terus berbagi untuk saudara-saudara kita lainnya," kata Donny.

Sementara itu, Dr. Yantoko, SpBP, RE,  Partnership Smile Train Indonesia, mengatakan, operasi bibir sumbing sebaiknya dilakukan sedini mungkin dengan usia bayi yang telah menginjak tiga bulan dan berat badan mencapai minimal 5 kg.

"Operasi bibir sumbing ini termasuk dalam estetika, sehingga memang memerlukan biaya yang cukup besar," katanya. Namun, bukan berarti tidak bisa. Sebab ada banyak yayasan atau organisasi yang siap membantu, seperti Smile Train ini, katanya.  

Ia juga mengingatkan bahwa penderita bibir sumbing membutuhkan asupan gizi yang cukup sebagaimana anak normal lainnya, hanya memang caranya saja yang berbeda.

Program 3SenyummuSedekahmu ini akan segera ditutup secara resmi dengan penyerahan hasil donasi bagi para pasien anak-anak penderita bibir sumbing dan celah langit.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya