Berita

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua DPR RI Puan Maharani./Net

Politik

Tak Terima Ganjar Diserang, GP 2024: Jika Diperlukan, Kita Bisa Bantu Ibu Puan Menaikkan Elektabilitas

SELASA, 25 MEI 2021 | 10:16 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Sentilan keras Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Bappilu PDIP) Bambang Wuryanto yang menyebut Ganjar Pranowo kemajon (kelewatan) dan keminter (sok pintar), terdengar pedas di telinga Ketua Umum GP (Ganjar Pranowo) 2024, Aan Rusdianto.

Begitu pula sindiran Puan Maharani yang menyebut pemimpin sesungguhnya itu tidak hanya hadir di media sosial, tetapi di lapangan. Pernyataan yang dilontarkan Puan saat memberikan pengarahan kepada pengurus dan kader PDIP di Semarang Minggu (23/5) lalu itu,  diyakini ditujukan kepada Ganjar yang kini menjabat Gubernur Jawa Tengah itu.

Bagi Aan, apa yang disampaikan oleh Pacul, panggilan akrab Bambang Wuryanto, dan Puan sangat bertolak belakang dengan kenyataan dan cenderung bias kepentingan.


"Sejauh yang saya kenal, Mas Ganjar adalah sosok pekerja keras, andap asor (rendah hati), dan komunikatif. Kalau dia kemajon dan keminter serta cuma hadir di sosmed, tentu popularitas dan elektabilitasnya tidak akan setinggi ini," ujar Aan kepada redaksi, Selasa (25/5).

Aan merasa perlu mengingatkan Pacul dan Puan bahwa sosok Ganjar saat ini bukan semata kader PDIP, tetapi juga tokoh yang digadang-gadang oleh banyak kelompok masyarakat untuk maju dalam kontestasi 2024.

"Tingginya elektabilitas Mas Ganjar adalah cermin rasionalitas publik. Mestinya hal ini dilihat sebagai potensi keuntungan politik PDIP, bukan ancaman ya," lanjut mantan korban penculikan di era Orde Baru itu.

Atas dasar itu, Aan meminta agar Pacul dan kawan-kawan tidak terlalu risau dengan berbagai upaya politik yang dilakukan kelompok-kelompok pendukung Ganjar. Sebab, hal yang sama juga bisa dilakukan oleh kubu Puan.

"Bahkan,jika diperlukan, GP 2024 siap menugaskan aktivis-aktivis top untuk membantu Ibu Puan menaikkan elektabilitasnya. Lebih baik kita fastabiqul khairat sembari bersinergi, karena toh pada akhirnya semua ikut apa kata Ibu Mega,” tandas Aan.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya