Berita

Pulau resor Phuket/Net

Dunia

Rontok Karena Pandemi, Thailand Butuh Lima Tahun Lagi Bangkitkan Sektor Pariwisata

SELASA, 25 MEI 2021 | 09:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama lebih dari dua tahun, telah merontokkan pariwisata yang menjadi salah satu sektor andalan ekonomi Thailand. Kabar buruknya, situasi tersebut akan berlangsung cukup lama untuk kembali ke keadaan normal.

Mengutip Otoritas Pariwisata Thailand, Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional bahkan mengatakan, setidaknya butuh waktu lima tahun lagi sebelum pariwisata Thailand pulih sepenuhnya.

"Sektor, yang menyumbang sekitar seperlima dari ekonomi sebelum pandemi, diperkirakan tidak akan kembali normal hingga 2026," kata dewan tersebut, seperti dikutip dari Bangkok Post, Senin (24/5).


"Pengembalian tertunda - yang diperkirakan beberapa analis dalam dua tahun - akan berdampak pada lebih dari tujuh juta pekerja, beberapa di antaranya mungkin perlu mencari pekerjaan di bidang lain," lanjut mereka.

Thailand menyambut hampir 40 juta pengunjung pada 2019 - tahun terakhir sebelum pandemi - menghasilkan pendapatan 1,8 triliun baht.

Setelah menutup perbatasannya untuk sebagian besar pengunjung asing pada Maret 2020, pemerintah berusaha secara bertahap membuka kembali beberapa tujuan untuk pengunjung yang divaksinasi dengan ekonomi yang berjuang untuk mendapatkan daya tarik.

Ekonomi telah berkontraksi selama lima kuartal berturut-turut, tren yang kemungkinan akan berlanjut pada periode April-Juni karena negara itu sedang memerangi wabah Covid-19 terburuknya.

Pulau resor Phuket ditetapkan menjadi yang pertama dibuka kembali pada bulan Juli, diikuti oleh 10 tujuan lainnya pada bulan Oktober.

Tetapi pemerintah hanya menerima sekitar 500.000 pengunjung tahun ini, sebagian kecil dari 6,7 juta yang datang pada tahun 2020 - hampir semuanya dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya