Berita

Pemimpin junta Mali dan wakil presiden transisi baru, Kolonel Assimi Goita (kiri) bersama presiden transisi baru yang juga mantan menteri pertahanan Bah N'Daw (tengah), dan Kolonel Malick Diaw (kanan) dari Komite Nasional untuk Keselamatan Rakyat (CNSP) dalam pertemuan dengan Komunitas Ekonomi Afrika Barat (ECOWAS) di Bamako, September 2020/Net

Dunia

Mali Kembali Dibayangi Kudeta Militer, Misi PBB Serukan Pembebasan Presiden Bah Ndaw Tanpa Syarat

SELASA, 25 MEI 2021 | 07:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Misi PBB di Mali, menuntut pembebasan segera Presiden Bah Ndaw dan PM Moctar Ouane tanpa syarat, setelah dilaporkan bahwa mereka ditahan pada Senin (24/5) oleh tentara.

Dalam sebuah tweet yang ditulis dengan bahasa Prancis, Multidimensional Integrated Stabilization Mission in Mali atau MiNUSMA  menyerukan agar mereka yang melakukan tindakan penangkapan tersebut harus bertanggung jawab, dan agar masing-masing pihak berkepala dingin.

Selain MINUSMA, kecaman atas penangkapan Bah Ndaw dan Moctar Ouane datang dari Uni Eropa dan Uni Afrika.


Penahanan terbaru tersebut menimbulkan kekhawatirkan akan terjadinya kudeta kedua di negara itu.

Dua pejabat senior, yang menolak disebutkan namanya, mengatakan kepada AFP bahwa tentara telah membawa Ndaw dan Ouane ke kamp militer Kati di pinggiran ibu kota Bamako.

Penahanan mereka menyusul perombakan pemerintah kabinet pada Senin (24/5) sore, yang dirancang untuk menanggapi kritik yang berkembang terhadap pemerintah sementara.

Militer mempertahankan portofolio strategis yang dikuasainya selama pemerintahan sebelumnya. Tetapi dua pemimpin kudeta, mantan menteri pertahanan Sadio Camara dan mantan menteri keamanan Kolonel Modibo Kone, ternyata disingkirkan.

Perombakan juga terjadi di tengah meningkatnya tantangan politik di ibu kota Bamako, dan tekanan untuk mematuhi tenggat waktu untuk reformasi yang dijanjikan.

Perdana Menteri Ouane mengatakan kepada AFP sesaat sebelum sambungan terputus, bahwa tentara datang menjemputnya.

Sebuah pernyataan bersama yang ditandatangani oleh PBB, AU, ECOWAS, Uni Eropa, AS dan Inggris pada hari Senin mengutuk penangkapan para politisi dan menyerukan 'kebebasan langsung dan tanpa syarat' mereka.

Perwira muda militer menggulingkan Keita pada 18 Agustus setelah berminggu-minggu protes terkait dugaan korupsi pemerintah dan penanganan pemberontakan jihadis Mali.

Setelah 15 negara blok Afrika Barat ECOWAS mengancam sanksi, junta militer menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah sementara yang berjanji untuk mereformasi konstitusi dan mengadakan pemilihan umum dalam waktu 18 bulan.

Pemimpin kudeta Assimi Goita diangkat sebagai wakil presiden administrasi sementara, dan presiden sementara, Bah Ndaw, adalah pensiunan perwira militer.

Banyak yang meragukan apakah pemerintah yang didominasi militer memiliki kemauan, atau kemampuan, untuk melakukan reformasi dalam skala waktu yang singkat.

Di antara masalah lainnya, negara yang luas itu menghadapi tantangan logistik dan keamanan yang besar, karena sebagian besar wilayah berada di tangan para jihadis.

Keraguan tetap ada meskipun pemerintah sementara bulan lalu berjanji untuk mengadakan referendum konstitusional pada 31 Oktober, dengan pemilihan umum akan menyusul pada Februari tahun depan.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya