Berita

Vaksinasi yang dilakukan pada Lansia/RMOLBanten

Nusantara

Targetkan 117.010 Lansia, Pemkot Tangerang Lakukan Vaksinasi Door To Door

SELASA, 25 MEI 2021 | 01:35 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pemerintah Kota Tangerang menargetkan 117.010 lansia tervaksinasi Covid-19.

Mengejar target itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan percepatan dengan menghadirkan layanan door to door.

Kepala Dinas Kesehatan Liza Puspadewi mengatakan, nantinya petugas kesehatan melalui 38 Puskesmas melakukan jemput bola ke para lansia, dari rumah ke rumah, sesuai data yang sudah dikantongi.


Kata Liza, pola door to door itu dilakukan untuk mempercepat vaksinasi pada Lansia.

"Selain itu, memberikan layanan kemudahan bagi mereka para lansia yang kesulitan atau keterbatasan menuju akses sentral yang selama ini disediakan Puskesmas," papar Liza Puspadewi, seperti diberitakan Kantor Berita RMOLBanten, Senin (24/5).

Dijelaskan Liza, saat pelaksanaan vaksinasi door to door, Puskesmas dibantu jajaran kader kesehatan, RT/RW hingga Satgas Covid-19.

"Pasalnya, selain data yang sudah dikantongi Puskesmas, yang mengetahui ada warga lansia dimana saja adalah kader kesehatan. Jadi para lansia tinggal duduk santai dan sehat di rumah, petugas kesehatan akan kerumah, untuk memberikan vaksinasi gratis ini," katanya.

Lanjutnya, layanan door to door vaksin lansia ini sudah berlangsung sejak Sabtu (22/5) dan akan berlangsung hingga seminggu kedepan.

Sedangkan, untuk stok vaksinasi Dinkes masih menghabiskan stok per Senin (10/5) yaitu 36 ribu dosis dengan target sasaran Tenaga Pendidik dan Lansia, yang disebar di 38 Puskesmas.

"Minggu ini, Puskesmas sedang dikejar target terkait capaian vaksinasi," jelasnya.

Melalui layanan vaksin lansia door to door ini, Dinkes juga berharap dapat lebih tepat dalam melakukan pendekatan, kepada para lansia dan keluarga lansia. Terlebih banyaknya isu-isu hoaks mengenai vaksinasi serta beberapa kasus kematian usai divaksin.

"Sejak awal hingga saat ini, Kota Tangerang menggunakan jenis vaksin Sinovac. Vaksin jenis ini aman karena memberikan efek samping yang ringan," tuturnya.

Adapun gejala tersebut yakni, seperti nyeri otot, pegal-pegal dan demam. Sedangkan untuk efek samping derajat sedang, sakit kepala dan diare.

"Itu juga kasusnya sangat sedikit. Itu semua merupakan efek samping yang tidak berbahaya dan dapat pulih kembali," tegasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya