Berita

Anggota DPD RI, Fahira Idris/Ist

Politik

Fahira: Mengutuk Penjajahan Israel Atas Palestina Adalah Kehendak UUD 1945

SENIN, 24 MEI 2021 | 16:30 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Ratusan tahun dijajah, ditindas, dan didiskriminasi menjadi alasan utama kenapa konstitusi Indonesia yaitu UUD 1945 yang dirumuskan para founding fathers yang juga pejuang kemerdekaan begitu anti terhadap penjajahan di seluruh dunia.

Kebencian terhadap praktik penjajahan atas sebuah bangsa bahkan menjadi kalimat awal pembukaan UUD 1945 yang menyatakan bahwa sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

Itulah kenapa, Indonesia sepanjang merdeka hingga detik ini akan terus menjadikan kemerdekaan dan kedaulatan penuh Palestina atas wilayahnya sebagai salah satu agenda utama politik luar negeri.


Sehingga, menurut anggota DPD RI Fahira Idris, mengutuk penjajahan, penindasan, dan pengusiran paksa yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina selama puluhan tahun adalah salah satu bentuk komitmen kita menjunjung tinggi dan menegakkan konstitusi negara.

Kecerdasan para founding fathers saat menyusun konstitusi menjadikan UUD 1945 begitu visioner dan universal. Menegaskan bahwa bangsa mana pun di dunia yang masih dijajah harus dibela, didukung, dan dibantu perjuangannya untuk segera merdeka.

Terlebih Palestina dulu punya tokoh-tokoh yang banyak berjasa di masa-masa menjelang dan awal kemerdekaan Indonesia. Makanya tidak heran Presiden Soekarno pernah menegaskan bahwa selama kemerdekaan Bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan.

“Mengutuk penjajahan Israel atas Palestina adalah kehendak UUD 1945 yang wajib ditegakkan hingga Palestina benar-benar merdeka dan berdaulat penuh atas wilayahnya. Alhamdulilah bangsa Indonesia hingga detik ini menjadi salah satu negara yang paling terdepan membela Palestina baik secara diplomatik, di forum-forum dunia maupun lewat berbagai bantuan kemanusiaan," ujar Fahira Idris di Jakarta, Senin (24/5).

"Selama hak-hak rakyat Palestina dirampas dan diinjak-injak oleh penjajah Israel, selama itu pulalah Indonesia akan berdiri di samping Palestina. Kebaikan Palestina mendukung Kemerdekaan Indonesia menjadi utang yang harus kita lunasi,” sambungnya.

Ditambahkan Fahira, penjajahan yang dialami rakyat Palestina harusnya sudah tidak terjadi lagi di era modern saat ini.

Semua negara terutama yang berada di Asia dan Afrika yang dulu dijajah, sejak berpuluh tahun lalu sudah merdeka. Bahkan banyak di antaranya sudah menjadi negara maju dan modern serta berkembang menjadi negara terkemuka di dunia serta rakyatnya sejahtera.

Namun, di tengah menggeliatnya negara-negara yang dulu dijajah dan kini berkembang serta merasakan kedamaian, ada sebuah negara yang hingga saat ini masih menghadapi penjajahan dan penindasan di luar-luar batas kemanusiaan.

“Peradaban dunia modern seperti apa yang hendak kita bangun saat ini jika di salah satu bagian di dunia ini masih ada rakyat yang dijajah dan ditindas secara brutal oleh bangsa lain selama berpuluh-puluh tahun?," tanya Fahira.

"Sebagai manusia merdeka yang hidup di masa modern dan berperadaban ini, tentunya kita malu karena hampir tiap hari menyaksikan masih ada manusia yang tidak bisa hidup merdeka dan merasakan kebebasan seperti yang kita rasakan setiap hari. Itulah kenapa para founding fathers kita sangat mengutuk penjajahan. Karena penjajahan adalah sumber bencana peradaban manusia,” pungkas Fahira.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya