Berita

Presiden Jair Bolsonaro /Net

Dunia

Anggota Parlemen: Bolsonaro Awalnya Tidak Mau Beli Vaksin, Hanya Andalkan Kekebalan Kawanan Untuk Lawan Covid-19

SENIN, 24 MEI 2021 | 08:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebuah pernyataan mengejutkan datang dari Senator Renan Calheiros yang memimpin penyelidikan majelis tinggi tentang penanganan krisis oleh pemerintah Brasil.

Dalam sebuah wawancara, kritikus pemerintah itu mengatakan bahwa Presiden Jair Bolsonaro sebenarnya tidak pernah ingin membeli vaksin Covid-19 dan awalnya bertaruh pada kekebalan kawanan untuk melawan virus corona.

"Saya pikir semuanya mengarah ke sana," kata Calheiros, mengenai preferensi Bolsonaro untuk kekebalan kawanan, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (23/5).


"Presiden pertama-tama membantah penyakit itu, menyebutnya flu, dan kemudian menentang isolasi sosial dan penguncian. Kemudian dia menyepelekan penggunaan masker dan mendorong orang banyak untuk berkumpul," kata Calheiros.


"Mengapa demikian? Karena kekebalan kelompok, kekebalan alami ... Anda harus mendorong orang banyak dan penyebaran virus," tambah Calheiros.

"Inilah mengapa dia tidak pernah menginginkan vaksin," kata Calheiros tentang Bolsonaro, mencatat bahwa presiden lambat dalam membelanjakan miliaran dolar yang diberikan kepadanya oleh Kongres sebelumnya dalam pandemi untuk membeli vaksin dari luar negeri.

Meskipun demikian, dia menjabarkan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah Bolsonaro telah melakukan tindak pidana dalam pengelolaan krisis kesehatan masyarakat, dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kekebalan kelompok terjadi ketika sebagian besar populasi tertentu mencapai kekebalan terhadap suatu penyakit, terkadang melalui infeksi yang meluas, sehingga mengurangi kemungkinan penyebaran dari orang ke orang.

Kantor presiden tidak segera menanggapi permintaan komentar atas pernyataan Calheiros.

Calheiros adalah anggota parlemen veteran dan kritikus Bolsonaro. Laporannya diharapkan fokus pada penundaan pemerintah dalam mengamankan vaksin, termasuk rincian negosiasi berlarut-larut dengan pembuat obat asing, dan kesalahan langkah di Amazonas di mana varian baru yang menular muncul.

Hingga saat ini Brasil telah mencatat hampir 16 juta kasus Covid-19 dengan hampir 450.000 kematian, jumlah kematian tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Bolsonaro telah menuai kritik dari para pencela di Brasil karena upayanya untuk meminimalkan bahaya virus corona, menghindari penggunaan masker, dan memberikan solusi yang tidak terbukti.
Bolsonaro dan para pendukungnya sebelumnya berusaha agar Calheiros disingkirkan dari memimpin penyelidikan, dengan mengatakan dia tidak bisa tidak memihak karena putranya adalah gubernur negara bagian Alagoas dan penyelidikan itu akan menyelidiki pendanaan federal untuk program negara bagian. 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya