Berita

Pakar komunikasi, Emrus Sihombing/Net

Politik

Perlu Formasi Struktur Baru Penanganan Covid-19 Agar Lebih Efektif

SENIN, 24 MEI 2021 | 07:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Diperlukan formasi struktur baru penanganan Covid-19 agar lebih efektif, di setiap negara di dunia. Simpulan ini didapat setelah munculnya beberapa varian baru dan menyikapi belum ada indikator yang mengarah pada tertanganinya kasus di berbagai negara dunia.

Menurut pakar komunikasi Emrus Sihombing, agar upaya efektivitasnya tinggi dan powerfull, formasi baru ini sebaiknya dikendalikan secara langsung oleh Kepala Negara masing-masing, dengan memimpin setidaknya empat biro utama.

Satu, Biro Perubahan Perilaku (Perper). Biro ini harus menjadi garda paling depan di hulu. Dengan unit ini, dapat memutus mata rantai karena penyebaran virus ini "dibantu" oleh perilaku manusia.


Selain itu, juga dapat membentuk budaya baru sebagai dampak ikutanya yang positif ke depan. Misalnya, budaya disiplin di semua bidang kehidupan.

“Biro ini harus dipimpin yang ahli di bidang Perper seperti komunikolog, atau sosiolog atau psikolog,” urainya kepada redaksi, Senin (24/5).

Kedua adalah Biro Pengujian (testing). Bagian ini dipimpin pakar bidang pengujian keberadaan virus Covid-19 di dalam dan di luar tubuh manusia secara valid. Ia harus memiliki leadership yang kredibel agar bawahannya tidak menggunakan alat tes bekas.

Ketiga adalah  Biro Pelacakan Penyebaran yang dipimpin oleh orang yang ahli di bidang investigasi. Jika hasil pengujian menunjukkan positif (dari Biro Pengujian), maka Biro Pelacakan Penyebaran segera melakukan penelusuran kepada semua orang yang pernah kontak fisik dengan jarak satu meter atau kurang dengan orang yang kasus positif tadi.

“Selanjutnya kepada semua orang tersebut dilakukan testing oleh Biro Pengujian. Demikian seterusnya,” tegasnya.

Keempat adalah Biro Pengobatan dan Pemulihan yang dipimpin oleh ahli paru ternama di negara masing-masing. Biro ini merawat dan memulihkan bagi kasus positif dari Biro Pengujian.

“Para pasien yang sudah sembuh, tetap dilakukan monitoring secara terstruktur dan berkala untuk melihat perkembangan penyembuhan paru-paru dan immunitas pada tubuh yang bersangkutan,” urai Emrus.

Jika formasi struktur baru ini dipimpin langsung oleh Kepala Negara dan masing-masing biro bekerja atas dasar target serta interval waktu terukur serta kreatif-inovatif, Emrus yakin Covid-19 lebih mudah dikalahkan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya