Berita

Yuan Longping, ahli agronomi Tiongkok/Net

Dunia

Xi Jinping Dan Jutaan Warga China Berduka Atas Kepergian Bapak Padi Hibrida Dunia Yuan Longping

SENIN, 24 MEI 2021 | 06:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden China Xi Jinping berduka atas meninggalnya tokoh terkenal Yuan Longping, seorang ahli agronomi Tiongkok.

Ilmuwan yang juga dijuluki Bapak Padi Hibrida Dunia itu meninggal di usia 91 tahun di sebuah rumah sakit di Changsha, ibu kota Provinsi Hunan, Tiongkok Tengah pada Sabtu (22/5) sore akhir pekan lalu.

Dalam pesannya, Xi sangat memuji kontribusi Yuan terhadap ketahanan pangan Tiongkok, inovasi teknologi pertanian, serta pengembangan pangan dunia.


"Cara terbaik untuk memperingati Yuan adalah belajar dari patriotisme dan kegigihannya untuk bekerja," kata Xi,  seperti dikutip dari Global Times, Minggu (23/5).
 
Ia meminta semua anggota partai, pejabat, dan ilmuwan, mengabdikan diri mereka untuk melayani negara dan rakyatnya dengan tindakan nyata.

Sejak berita meninggalnya Yuan beredar, bunga krisan di seluruh Changsha, yang digunakan untuk mengirim belasungkawa, ludes terjual dari lapak para pedagang.

Di depan Rumah Duka Mingyangshan, lebih dari 100.000 orang berbaris di tengah hujan untuk meletakkan bunga untuk mengenang Longping. Jumlah orang terus bertambah dan membentang hingga beberapa kilometer.

Karangan bunga juga terlihat di depan patung Yuan Longping di Universitas Barat Daya di Chongqing pada hari Sabtu. Banyak guru dan siswa dari sekolah lama Yuan mengungkapkan kesedihan mereka atas kehilangan tersebut dan berbagi belasungkawa di kampus.

Selain pelayat di lapangan, jutaan warga China juga berduka secara online. Netizen memuji Yuan sebagai "orang hebat di zaman kita." Di aula belasungkawa virtual yang didirikan oleh media lokal, lebih dari 8 juta orang telah memberikan penghormatan kepada Yuan.

Dalam sebuah wawancara bersama media asing, Yuan pernah mengungkapkan dua impian besarnya.

Pertama dia ingin menikmati suasana sejuk di bawah daun padi, dan kedua suatu hari padi hibrida dapat ditanam di seluruh dunia.

Menurut rencana, upacara peringatan Yuan akan diadakan pada Senin (24/5) waktu setempat.

Yuan lahir di Beijing, 7 September 1930. Ia adalah seorang agronom Tiongkok, anggota Akademi Teknik Tiongkok, yang dikenal karena mengembangkan varietas padi hibrida pertama pada tahun 1970-an.

Yuan menghabiskan hidupnya untuk meneliti padi agar dapat membantu mpenyediaan pangan untuk di dunia. Atas jasanya itu, dia mendapat julukan sebagai “Bapak Padi Hibrida”.

Di China, di mana beras merupakan makanan pokok bagi lebih dari 1,4 milliar penduduk, luas area pertanaman padi hibrida tahunan telah melebihi 16 juta hektare atau 57 persen dari total luas tanam padi.

Pada 1970-an, Yuan membuat terobosan yang membuatnya terkenal. Dia mengembangkan jenis padi hibrida dengan hasil panen tahunan 20 persen lebih tinggi dari varietas lain. Ini berarti dapat menyediakan pangan untuk tambahan 70 juta orang.

Penemuan Yuan membantu mengubah China dari kekurangan pangan menjadi negara dengan ketahanan pangan yang kuat dalam tiga dekade. Dia dan timnya juga bekerja sama dengan banyak negara di dunia untuk mewujudkan ketahanan pangan dan mengatasi malnutrisi.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya